Breaking News

Advertising

Flickr

Latest Reviews

Facebook

Kamis, 30 April 2015

Perancangan Basis Data

Pertemuan 1
Konsep Dasar Basis Data (Database)
Pengenalan Basis Data
BASIS DATA (database) merupakan salah satu komponen
utama pendukung program aplikasi. Semua program
aplikasi pengolahan data pasti menggunakan basis data
untuk tempat penyimpanan data.
Basis data sudah banyak digunakan dalam berbagai jenis
aplikasi, mulai dari aplikasi sederhana, seperti aplikasi
pengelolaan nomor telepon sampai dengan aplikasi
kompleks, seperti aplikasi pembayaran gaji karyawan
perusahaan.
Konsep Dasar Basis Data
BASIS DATA adalah suatu susunan/kumpulan data
operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan
yang diorganisir/dikelola dan simpan secara terintegrasi
dengan menggunakan metode tertentu dengan
menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan
informasi yang diperlukan pemakainya.
SISTEM BASIS DATA adalah suatu sistem penyusunan
dan pengelolaan record-record dengan menggunakan
komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam
serta memelihara data operasional lengkap sebuah
organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan
informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan
proses pengambilan keputusan.
Komponen Sistem Basis Data
Terdapat 4 komponen pokok dari sistem basis data:
A. DATA, dengan ciri-ciri :
1. Data disimpan secara terintegrasi (Integrated)
Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan
dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang
berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan
bagian-bagian yang rangkap (redundant)
2. Data dapat dipakai secara bersama-sama(shared)
Shared yaitu Masing-masing bagian dari database
dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang
bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
Komponen Sistem Basis Data
lanjutan
Ada 3 jenis data pada sistem basis data, yaitu:
1. Data operasional dari suatu organisasi, berupa data
yang disimpan didalam database
2. Data masukan (input data), data dari luar sistem yang
dimasukan melalui peralatan input (keyboard) yang
dapat merubah data operasional
3. Data keluaran (output data), berupa laporan melalui
peralatan output sebagai hasil dari dalam sistem yang
mengakses data operasional
Komponen Sistem Basis Data
lanjutan
B. Perangkat Keras (HARDWARE)
Terdiri dari semua peralatan perangkat keras
komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem
database.
Perangkat keras yang terdapat dalam sebuah sistem
basis data adalah:
1. Komputer (satu untuk sistem stand-alone atau lebih
dari satu untuk sistem jaringan)
2. Memori sekunder on-line (Harddisk)
3. Memori sekunder off-line (Tape atau Removeble Disk)
untuk backup data
4. Media/perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan)
Komponen Sistem Basis Data
lanjutan
C. Perangkat Lunak (SOFTWARE)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara
pemakai dengan data phisik pada database, dapat
berupa :
1. Database Management System (DBMS)
2. Program-program aplikasi & prosedur-prosedur
Komponen Sistem Basis Data
lanjutan
D. Pemakai (USER)
adalah pengguna basis data yang berinteraksi secara
tidak langsung dengan basis data melalui program
aplikasi basis data dan DBMS. Terbagi menjadi 3
klasifikasi :
1. Database Administrator (DBA), yang membuat basis
data dan mengontrol akses ke basis data.
2. Programmer, yang membuat aplikasi basis data yang
digunakan oleh DBA dan pemakai akhir.
3. Pemakai akhir (End user) yang melakukan
penambahan, penghapusan, pengubahan, dan
pengaksesan data.
Istilah-istilah Dalam Sistem
Basis Data
a. Enterprise yaitu suatu bentuk organisasi
Contoh Enterprise: Sekolah, Rumah Sakit
Sekolah : Database Nilai
Rumah sakit : AdministrasiPasien
b. Entitas yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dengan
objek lainnya
Contoh :
Database Nilai ? entitas: Mahasiswa, Matapelajaran
Database AdministrasiPasien ? entitas: Pasien, Dokter,
Obat
Istilah dalam Sistem Basisdata
lanjutan
c. Atribute/field yaitu setiap entitas mempunyai atribut atau
suatu sebutan untuk mewakili suatu entitas.
Contoh :
Entity siswa ? field = Nim, nama_siswa,alamat,dll
Entity nasabah ?field=Kd_nasabah,nama_nasabah,dll
d. Data value yaitu data aktual atau informasi yang
disimpan pada tiap data elemen atau atribute.
Contoh :
Atribut nama_karyawan ?sutrisno, budiman, dll
Istilah dalam Sistem Basisdata
lanjutan
e. Record/tuple yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling
berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara
lengkap.
f. File yaitu kumpulan record-record sejenis yang
mempunyai panjang elemen sama, atribute yang sama
namun berbeda-beda data valuenya.
g. Kunci elemen data yaitu tanda pengenal yang secara
unik mengindentifikasikan entitas dari suatu kumpulan
entitas
Analisa Kasus
• Perpustakaan Smart adalah perpustakaan umum yang
anggotanya pelajar,mahasiswa dan masyarakat yang
didirikan oleh Walikota Jakarta Barat. Keberadaan
perpustakaan berlokasi di Walikota yang aplikasi
pelayanan masih bersifat tradisional.
• Prosesnya :
a. Setiap calon anggota yang akan menjadi anggota
harus mengisi formulir dengan biaya administrasi
Rp.10.000,-
b. Anggota dapat meminjam buku maksimal 3 buku
c. Untuk masa peminjaman selama 1 minggu (7 hari)
d. Keterlambatan pengembalian dikenakan denda
sesuai dengan kondisi denda, diantaranya
Diantaranya :
1. Denda keterlambatan pengembalian dikenakan biaya
administrasi Rp.500 perharinya (bukti surat denda
terlampir)
2. Denda Buku perpustakaan rusak maka dikenakan biaya
revisi buku perpustakaan(biaya ini dikenakan setelah buku
diperbaiki).(bukti surat denda terlampir)
3. Denda Buku Hilang, maka dikenakan biaya penggantian
seharga buku tersebut.(bukti surat denda terlampir)
4. Perpustakaan smart dapat menerima sumbangan dari
donatur statusnya (anggota atau masyrakat luas)
Analisa Kasus
“Perpustakaan Smart”
(Pembahasan di Kelas)
• Buat Enterprise dari perpustakaan smart
• Tentukan entitas-entitas yang diperlukan,
beserta atribut/field nya.
Pertemuan 2
DBMS & Perancangan Basis Data
Database Management System
(DBMS)
DBMS adalah perangkat lunak yang memungkinkan
pemakai untuk mendefinisikan, mengelola, dan
mengontrol akses ke basis data. DBMS yang mengelola
basis data relational disebut dengan Relational DBMS
(RDBMS)
Contoh perangkat lunak yang termasuk DBMS: dBase,
FoxBase, Rbase, Microsoft-Access, Borland Paradox /
Borland Interbase, MS-SQL Server, Oracle, Informix,
Sybase, MySQL, dll.
BAHASA dalam DBMS
Structure Query Language (SQL) adalah bahasa standar
basis data yang digunakan aplikasi atau pemakai untuk
berinteraksi dengan basis data melalui DBMS.
SQL dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Data Definision Language (DDL)
SQL yang digunakan untuk mendefinisikan basis data.
2. Data Manipulation Language (DML)
SQL yang digunakan untuk mengkases dan mengelola
data pada basis data.
Data Definition Language (DDL)
Dalam bahasa ini dapat membuat table baru, membuat
indeks, menentukan struktur penyimpanan tabel, dan
sebagainya. Hasil kompilasi perintah DDL disimpan dalam
file khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary).
Kamus Data merupakan suatu metadata (super-data) yaitu
data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.
Data Manipulation Language (DML)
Bahasa yang berguna untuk melakukan manipulasi data
pada suatu basis data. Manipulasi dapat berupa:
penambahan, penghapusan, pengubahan data pada
suatu basis data.
Ada dua tipe DML, yaitu:
1. Prosedural, bahasa yang mensyaratkan pemakai untuk
menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana
cara untuk mendapatkannya.
2. Non Prosedural, bahasa yang membuat pemakai dapat
menentukan data apa yang diinginkan tanpa
menyebutkan bagaimana cara untuk mendaptkannya.
Komponen DBMS
1. Query Prosesor, komponen yang mengubah bentuk
query kedalam instruksi kedalam database manager
2. Database Manager, menerima query & menguji
eksternal & konceptual untuk menentukan apakah
record – record tersebut dibutuhkan untuk memenuhi
permintaan kemudian database manager memanggil
file manager untuk menyelesaikan permintaan
3. File Manager, memanipulasi penyimpanan file dan
mengatur alokasi ruang penyimpanan disk
Komponen DBMS lanjutan
4. DML Precompiler, modul yang mengubah perintah
DML yang ditempelkan kedalam program aplikasi
dalam bentuk fungsi-fungsi
5. DDL Compiler, merubah statement DDL menjadi
kumpulan table atau file yang berisi data dictionary /
meta data
6. Dictionary Manajer, mengatur akses dan memelihara
data dictionary
Keuntungan DBMS
• Mengurangi pengulangan data
• Mencapai independensi data
• Mengintegrasikan data beberapa file
• Mengambil data dan informasi dengan cepat
• Meningkatkan keamanan
Kerugian DBMS
• Perangkat lunak yang mahal
• Konfigurasi perangkat keras yang besar
• Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
Abstraksi Data
Terbagi menjadi tiga tingkatan :
1. Internal level yaitu menerangkan struktur penyimpanan
basisdata secara fisik dan organisasi file yang
digunakan “
2. Konseptual level yang menerangkan secara
menyeluruh dari basisdata dengan menyembunyikan
penyimpanan data secara fisik “
3. Ekternal level yang menerangkan View basisdata dari sekelompok pemakai.
Perancangan Basis Data
Tujuan Perancangan Basis Data
1. Untuk memenuhi informasi yang berisi
kebutuhan–kebutuhan user secara khusus dan
aplikasinya.
2. Memudahkan pengertian struktur informasi
3. Mendukung kebutuhan–kebutuhan
pemrosesan dan beberapa objek penampilan
(respone time, processing time dan strorage
space)
Fase Perancangan Basis Data
ADA 6 FASE PROSES PERANCANGAN DATABASE:
1. Pengumpulan dan analisa
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang
aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara
2. Perancangan database secara konseptual
a. Perancangan skema konseptual
b.Perancangan transaksi yang akan terjadi dalam
database.
Fase Perancangan Basis Data lanjutan
3. Pemilihan DBMS
a. Faktor teknis
Contoh faktor teknik :
Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional ),
Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang
didukung sistem manajemen database, Tipe interface
dan programmer, Tipe bahasa query
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi
Biaya penyiadaan hardware dan software, Biaya
konversi pembuatan database, Biaya personalia, dll
4. Perancangan database secara logik (data model
mapping)
a. Pemetaan (Transformasi data)
Transformasi yang tidak tergantung pada sistem,
pada tahap ini transformasi tidak
mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau
Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan
mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau
hal– hal khusus yang akan diaplikasikan pada
sistem manajemen database
b. Penyesuaian skema ke DBMS
Penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap
Pemetaan untuk dikonfirmasikan pada bentuk
implementasi yang spesifik dari suatu model data
seperti yang digunakan oleh sistem manajemen
database yang terpilih
5. Perancangan database secara fisik
a. Response Time
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk
menerima respon
b. Space Utility
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh
Fase Perancangan Basis Data
Lanjutan
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh
database file dan struktur jalur pengaksesannya
c. Transaction Throughput
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di
proses permenit oleh sistem database dan
merupakan parameter kritis dari sistem transaksi
6. Phase Implementasi Sistem Database
Pertemuan 3
MODEL DATA
Model Data
PENGERTIAN MODEL DATA :
Sekumpulan konsep-konsep untuk menerangkan data,
hubungan-hubungan antara data dan batasan-batasan
data yang terintegrasi di dalam suatu organisasi.
JENIS-JENIS MODEL DATA
A. Model Data Berdasarkan Object
B. Model Data Berdasarkan Record
A. Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas,
atribut dan hubungan antar entitas.
Terdiri dari:
1. Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship
Model)
2. Model Berorientasi Object (Object-Oriented Model)
3. Model Data Semantik (Semantic Data Model)
4. Model Data Fungsional (Functional Data Model)
Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship Model)
merupakan model yang paling populer digunakan
dalam perancangan basis data.
Entity Relationship Model
Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam
basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word
terdiri dari objek-object dasar yang mempunyai hubungan
atau relasi antara objek-objek tersebut.
Komponen utama pembentuk Model Entity-Relationship,
yaitu: Entitas (Entity), Relasi (Relation). Kedua
komponen ini dideskripsikan lebih lanjut melalui
sejumlah Atribut/Properti.
Diagram Entity-Relationship
(Diagram E-R)
Model Entity Relationship yang berisi komponen
himpunan entitas, relasi, yang dilengkapi atribut-atribut,
dapat digambarkan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R).
Dalam Diagram E-R aturan terpenting adalah Kardinalitas
relasi/ Mapping Cardinalities yang menentukan jumlah
entity yang dapat dikaitkan dengan entity lainnya melalui
relationship-set.
Diagram Entity-Relationship
(Diagram E-R) lanjutan
Jenis Mapping Cardinalities:
• Relasi satu ke satu (one-to-one)
• Relasi satu ke banyak (one-to-Many)
•Relasi banyak ke banyak (many-to-many)
Semantic Model
Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana
relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol
tetapi menggunakan kata-kata (Semantic). Sebagai
contoh, dengan masih menggunakan relasi pada Bank X
sebagaimana contoh sebelumnya, dalam semantic
model adalah seperti terlihat pada gambar di atas.
B. Model Data Berbasis Record
Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan
kepada user tentang hubungan logic antar data dalam
basis data
PERBEDAAN DENGAN MODEL DATA BERBASIS
OBJEK
PERBEDAAN DENGAN MODEL DATA BERBASIS
OBJEK
Pada record based data model disamping digunakan untuk
menguraikan struktur logika keseluruhan dari suatu
database, juga digunakan untuk menguraikan
implementasi dari sistem database (higher level description
of implementation)
Model Relational
Terdapat 3 data model pada model data berbasis record:
1. Model Relational,
Dimana data serta hubungan antar data
direpresentasikan oleh sejumlah tabel dan masing-
masing tabel terdiri dari beberapa kolom yang namanya
unique. Model ini berdasarkan notasi teori himpunan (set
theory), yaitu relation.
Contoh : data base penjual barang terdiri dari 3 tabel:
– Supllier
– Suku_cadang
– Pengiriman
Model Hirarki
2. Model Hirarki
Dimana data serta hubungan antar data
direpresentasikan dengan record dan link (pointer),
dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk
tree (pohon), dan masing-masing node pada tree
tersebut merupakan record/grup data elemen dan
memiliki hubungan cardinalitas 1:1 dan 1:M
Model Jaringan
3. Model Jaringan
Distandarisasi tahun 1971 oleh Database Task Group
(DBTG) atau disebut juga model CODASYL
(Conference on Data System Language), mirip dengan
hirarkical model dimana data dan hubungan antar data
direpresentasikan dengan record dan links.
Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya
yaitu network model menyusun record-record dalam
bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan N:M
Pertemuan 4
Entity-Relationship Diagram (ERD)
Komponen E-R Diagram
1. Entitas yaitu suatu kumpulan object atau sesuatu yang
dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara
unik. Dan kumpulan entitas yang sejenis disebut
dengan entity set.
2. Relationship yaitu hubungan yang terjadi antara satu
entitas atau lebih.
3. Atribut, kumpulan elemen data yang membentuk suatu
entitas.
4. Indicator tipe terbagi 2 yaitu :
a. Indicator tipe asosiatif object
b. Indicator tipe super tipe
Entity Set
ENTITY SET TERBAGI ATAS :
1. Strong entity set yaitu entity set yang satu atau lebih
atributnya digunakan oleh entity set lain sebagai key.
Digambarkan dengan empat persegi panjang.
Misal :
E adalah sebuah entity set dengan atribute-atribute a1,
a2,..,an, maka entity set tersebut direpresentasikan
dalam bentuk tabel E yang terdiri dari n kolom, dimana
setiap kolom berkaitan dengan atribute-atributenya.
2. Weak Entity set, Entity set yang bergantung terhadap
strong entity set. Digambarkan dengan empat persegi
panjang bertumpuk.
Misal :
A adalah weak entity set dari atribute-atribute a1, a2, ..,
ar dan B adalah strong entity set dengan atribute-
atribute b1, b2,..,bs, dimana b1 adalah atribute primary
key, maka weak entity set direpresentasikan berupa
table A, dengan atribute-atribute {b1} u {a1,a2,.., ar}
a. KEY = atribut yang digunakan untuk menentukan suatu
entity secara unik
b. ATRIBUT SIMPLE = atribut yang bernilai tunggal
c. ATRIBUT MULTI VALUE = atribut yang memiliki
sekelompok nilai untuk setiap instan entity
Pada gambar dibawah ini, yang menjadi atribut key adalah NIP.
Jenis-Jenis Atribut
Pada gambar dibawah ini, yang menjadi atribut key adalah NIP.
Tgl Lahir dan Nama adalah atribut simple. Sedangkan Gelar
merupakan contoh atribut multivalue.
Jenis Atribut lanjutan
d. ATRIBUT COMPOSIT ?Suatu atribut yang terdiri dari
beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti
tertentu contohnya adalah atribut nama pegawai yang
terdiri dari nama depan, nama tengah dan nama belakang.
Jenis Atribute
d. ATRIBUT DERIVATIF = Suatu atribut yg dihasilkan dari
atribut yang lain. Sehingga umur yang merupakan hasil
kalkulasi antara Tgl Lahir dan tanggal hari ini. Sehingga
keberadaan atribut umur bergantung pada keberadaan
atribut Tgl Lahir.
Mapping Cardinality
Banyaknya entity yang bersesuaian dengan entity yang lain
melalui relationship
JENIS-JENIS MAPPING :
1. One to one
2. Many to One atau One to many
3. Many to many
REPRESENTASI DARI ENTITY SET
Entity set direpresentasikan dalam bentuk tabel dan nama
yang unique. Setiap tabel terdiri dari sejumlah kolom,
dimana masing-masing kolom diberi nama yang unique
pula
Participation Constraint
Menjelaskan apakah keberadaan suatu entity tergantung
pada hubungannya dengan entity lain.
Terdapat dua macam participation constrain yaitu:
1. Total participation constrain yaitu :
Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya
dengan entity lain. Didalam diagram ER digambarkan
dengan dua garis penghubung antar entity dan
relationship.
2. Partial participation, yaitu
Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada
hubungan dengan entity lain. Didalam diagram ER
digambarkan dengan satu garis penghubung.
Logical Record Structured (LRS)
LRS = representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel
yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas.
Menentukan Kardinalitas, Jumlah Tabel dan Foreign Key
(FK)
Pertemuan 5
Membuat ERD
Analisa Kasus ERD
Perpustakaan Smart
(Pembahasan di Kelas)
1. Pembuatan gambar ERD dari Perpustkaan Smart
Langkah –langkah pembuatan ERD dan LRS
Tentukan entity – entity yang diperlukan
Tentukan relationship antar entity – entity
Menggambar ERD Sementara
Mengisi kardinalitas
Menentukan kunci utama
Menggambar ERD Berdasarkan Kunci
Tentukan attribute – attribute
Transformasi ERD ke LRS
Menggambar LRS
Pertemuan 6
Teknik Normalisasi
Teknik Normalisasi
BEBERAPA PENGERTIAN NORMALISASI :
Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen
data menjadi tabel–tabel yang menunjuk-kan entity dan
relasinya.
Normalisasi adalah proses pengelompokan atribute-
atribute dari suatu relasi sehingga membentuk WELL
STRUCTURE RELATION.
Well Structure Relation
Adalah sebuah relasi yang jumlah kerangkapan datanya
sedikit (minimum Amount Of Redundancy), serta
memberikan kemungkinan bagi user untuk melakukan
INSERT, DELETE, dan MODIFY terhadap baris-baris
data pada relation tersebut, yang tidak berakibat
terjadinya ERROR atau INKONSESTENSI DATA, yang
disebabkan oleh operasi-operasi tersebut
Keuntungan Normalisasi
Keuntungan dari normalisasi, yaitu :
1. Meminimalkan ukuran penyimpanan yang diperlukan
untuk menyimpan data.
2. Meminimalkan resiko inkonsistensi data pada basis
data
3. Meminimalkan kemungkinan anomali pembaruan
4. Memaksimalkan stabilitas struktur data
ANOMALY
ANOMALY merupakan penyimpangan-penyimpangan atau
Error atau inkonsistensi data yang terjadi pada saat
dilakukan proses insert, delete maupun update.
Terdapat 3 jenis Anomaly :
1. Insertion Anomaly
Error yang terjadi sebagai akibat operasi insert
record/tuple pada sebuah relation
2. Deletion Anomaly
Error yang terjadi sebagai akibat operasi delete
record/tuple pada sebuah relation
Anomaly Lanjutan
3. Update Anomaly
Error yang terjadi sebagai akibat inkonsistensi data yang
terjadi sebagai akibat dari operasi update record/tuple
dari sebuah relation
Problem-Problem Pada Relation yang
Sudah Dinormalisasi
? Performance problem
Masalah terhadap performa database
? Referential Integrity Problem
Masalah yang timbul terhadap referensi antar data-data
diantara dua tabel atau lebih
BEBERAPA KONSEP YANG HARUS DIKETAHUI:
a. Field/ Atribut Kunci
b. Kebergantungan Fungsi
Atribut Kunci (Field)
a. Key Field / atribute kunci dalam database:
1. Super key
Yaitu himpunan dari satu atau lebih entitas yang
digunakan untuk mengidentifikasikan secara unik
sebuah entitas dalam entitas set.
2. Candidate key
Yaitu satu attribute atau satu set minimal atribute yang
mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang
spesifik dari entity.
Atribut Kunci lanjutan
3. Primary key
Yaitu satu atribute atau satu set minimal atribute yang
tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu
kejadian yang spesifik tapi juga dapat mewakili setiap
kejadian dari suatu entity
4. Alternate key
Yaitu kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai
primary key
5. Foreign key
yaitu satu atribute (atau satu set atribute) yang
melengkapi satu relationship (hubungan yang
menunjukkan ke induknya.
Kebergantungan Kunci
1. Ketergantungan Fungsional (Fungsional Dependent)
Keterkaitan antar hubungan antara 2 atribute pada
sebuah relasi. Dituliskan dengan cara : A -> B, yang
berarti :
Atribute B fungsionality Dependent terhadap atribute A
atau
Isi (value) atribute A menentukan isi atribute B
Definisi dari functional dependent :
Diketahui sebuah relasi R, atribute Y dari R adalah FD
pada atribute X dari R ditulis R.X -> R.Y jika dan hanya
jika tiap harga X dalam R bersesuaian dengan tepat satu
harga Y dalam R
2. Fully Functionaly Dependent (FFD)
Suatu rinci data dikatakan fully functional dependent pada
suatu kombinasi rinci data jika functional dependent pada
kombinasi rinci data dan tidak functional dependent pada
bagian lain dari kombinasi rinci data.
Definisi dari FDD:
Kebergantungan Kunci lanjutan
Definisi dari FDD:
Atribute Y pada relasi R adalah FFD pada atribute X pada
relasi R jika Y FD pada X tida FD pada himpunan bagian
dari X
Contoh:
PersonID,Project,Project_budget?time_spent_byperson_
onProject (bukan FFD)
PersonID, Project ?time_spent_byperson_onProject (FDD)
3. Ketergantungan Partial
Sebagian dari kunci dapat digunakan sebagai kunci
utama
4. Ketergantungan Transitif
Kebergantungan Kunci lanjutan
4. Ketergantungan Transitif
Menjadi atribute biasa pada suatu relasi tetapi
menjadi kunci pada relasi lain
5. Determinan
Suatu atribute (field) atau gabungan atribute dimana
beberapa atribute lain bergantung sepenuhnya pada atribute tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By