Breaking News

Advertising

Flickr

Latest Reviews

Facebook

Minggu, 05 Juli 2015

Manajemen Bisnis 9-14

PERTEMUAN 9
PENGORGANISASIAN

A. KONSEPSI DASAR
Organisasi  dapat  di  definisikan  sebagai  kelompok  orang
yang  saling  berinteraksi  dan  bekerjasama  untuk
merealisasikan tujuan bersama.
Suatu  organisasi  mengandung  tiga  elemen  yang  saling
berhubungan. Ketiga elemen organisasi tersebut adalah:
1. Sekelompok orang.
2. Interaksi dan kerjasama, serta.
3. Tujuan bersama.

Salah  satu  ciri  utama  dari  organisasi  adalah  sekelompok
orang  yang  menggabungkan  diri  dengan  suatu  ikatan
norma,  peraturan  serta  kebijakan  dan  menjalankannya
dengan penuh tanggung jawab.

B. KELOMPOK DAN PERILAKU ORGANISASI
McDavid  dan  Harari  dalam  Siswanto  (2006:81)
mendefinisikan  kelompok  sebagai  suatu  system  yang
terorganisasi  yang  melakukan  fungsi  tertentu  yang
melakukan  serangkaian  peran  antar  anggotannya,  dan
memiliki serangkaian norma yang mengatur kelompok dan
tiap anggotanya.
Definisi  di  atas  menekankan  beberapa  ciri  kelompok
seperti peran dan norma.
Siswanto  (2006:85)  menggambarkan  dalam  tabel
mengenai  karakteristik  kelompok  dan  perilaku  organisasi
sebagai berikut:
C. STRUKTUR ORGANISASI
Stoner dan Wankell membatasi bahwa  struktur organisasi
adalah:  ”Susunan  dan  hubungan  antar  bagian  komponen
dan posisi dalam suatu perkumpulan”

Gibson  dan  kawan-kawan  menekankan  bahwa  struktur
bertalian  dengan  hubungan  pekerjaan  dalam  organisasi.
Hubungan  yang  pasti  tersebut  timbul  dari  proses
keputusan sebagai berikut:
1. Pembagian Kerja (division of labor)
2. Departementalisasi (departementalization)
3. Permasalahan rentang kendali (Span of control)
4. Delegasi kekuasaan (Delegation of authority)
D. STRUKTUR ORGANISASI

1. Pembagian kerja
  Seluruh  pekerjaan  dispesialisasikan  sampai  pd  tingkat membagi
pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.

2. Departementalisasi
  Adalah proses penggabungan pekerjaan ke dalam kelompok .
  a. Departementalisasi  fungsional  =  pengelompokkan  pekerjaan
  dilakukan  menurut  fungsi  organisasi  (organisasi  bisnis,  jasa
dsb).
  b. Departementalisasi  teritorial  =  pembentukan  kelompok  atas
  dasar bidang geografis (daerah).
  c. Departementalisasi  produk  =  pd  organisasi  bisnis  besar  yg
  produknya  beraneka  ragam,  aktivitas  dan  bawahannya
  dikelompokkan atas dasar produk.

PERTEMUAN 10 
KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN 

KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN
Kemampuan manajer  untuk melakukan  koordinasi  secara
efektif  sebagian  besar  tergantung  pada  jumlah  bawahan
yang melapor  kepadanya,  yang di  kenal  sebagai”  rentang
“manajemen” atau” rentang kendali”.

A. KOORDINASI
Koordinasi  (coordination)  adalah  proses  penintegrasian
tujuan-tujuan dan kegiaatan-kegiatan pada satuan- satuan
yang  terpisah  (departemen  atau  bidang-bidang  fungsional
suatu organisasi untuk mencapai  tujuan organisasi secara
efesien.
Kebutuhan  akan  koordinasi  tergantung  pada  sifat  dan
kebutuhan  komunikasi  dalam  pelaksanaan  tugas  dan
derajat  saling  ketergantungan  bermacam- macam  satuan
pelaksanaanya.

Menurut  Thompson,  ada  tiga  macam  saling
ketergantungan di antara satuan- satuan organisasi, yaitu:
1.  Saling  ketergantungan  yang  menyatu  (pooled
  interdapandence)
2.  Saling  ketergantungan  yang  berurutan  (sequential
  interdependence) Reciprocal interdependence)
3.  Saling  ketergantungan  timbal  balik  (reciprocal
  interdependence)
Tiga Pendekatan Pencapaian Koordinasi Yang Efektif

1. Teknik-Teknik Dasar
  organisasi  yg  sederhana hanya memerlukan peralatan  koordinasi
  sbb: a) hirarki, b) kegiatan serta aturan/prosedur, dan c) rencana /
  tujuan perusahaan.

2.      Meningkatkan Koordinasi Potensial, terdiri atas:  
  a) investasi dalam sistem informasi vertikal.
  b) penciptaan hubungan-hubungan ke samping.

3. Mengurangi Kebutuhan akan Koordinasi,  terdiri atas :
   a) penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.
  b) penciptaan tugas-tugas yg dpt berdiri sendiri.
B. Masalah Pencapaian Koordinasi Yang Efektif.

1. Perbedaan  dlm  orientasi  thp  tujuan  =  para  anggota  dari
departemen yg berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri
tentang  bagaimana  cara mencapai  kepentingan  organisasi  yg  baik.
Contoh  :  Bagian  akuntansi  melihat  pengendalian  biaya  sbg  faktor
paling  penting  mencapai  sukses  organisasi.  Bagian  pemasaran
mengemukakan disain produk sbg yg paling penting.
2. Perbedaan  dlm  orientasi  waktu  =  manajer  produksi  lebih
memperhatikan  masalah  yg  harus  dipecahkan  segera  (jangka
pendek). Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan
masalah jangka panjang.
3. Perbedaan  dlm  orientasi  antar  pribadi  =  kegiatan  produksi
memerlukan  komunikasi  dan  pembuatan  keputusan  yg  cepat
dibandingkan  dengan  bagian  penelitian  dan  pengembangan  dapat
lebih santai untuk berdiskusi.
C. RENTANG MANAJEMEN

Ada  dua  alasan  utama  mengapa  penentuan  rentang
manajemen yang tepat adalah penting :

1. Rentang  manajemen,  mempengaruhi  penggunaan
  efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari
  bawahan mereka.
2. Ada  hubungan  antara  rentang  manajemen  di  seluruh
  organisasi dan struktur organisasi.
D. Rentang Manajemen.

1. Span  of  control  =  Kemampuan  pimpinan  untuk
mengatur bawahannya.
2. Span of authority = Kemempuan pimpinan untuk
mengambil suatu tindakan terhadap bawahannya.
3. Span of attention = Kemampuan pimpinan untuk
memberikan perhatian kepada bawahannya.
4. Span  of  supervision  =  Kemampuan  pimpinan
untuk mangawasi bawahannya
WEWENANG DAN PENDELEGASIAN
A. KONSEP DASAR

Menurut Handoko  (2003:212) Wewenang  (authority) adalah
hak untuk melakukan  sesuatu atau memerintah orang  lain
untuk  melakukan  atau  tidak  melakukan  sesuatu  agar
tercapai tujuan tertentu.

Ada  dua  pandangan  yang  saling  berlawanan  mengenai
sumber wewenang, yaitu:
1.  Teori  formal.  Pandangan  wewenang  formal
  menyebutkan  bahwa wewenang  adalah  dianugerahkan;
  wewenang ada  karena  seseorang di beri atau dilimpahi
  atau di warisi hal tersebut.
2.  Teori  Penerimaan  (acceptance  theory  pf  authority)
  menyanggah  pendapat  bahwa  wewenang  dapat
  dianugerahkan.  
B. PENDELEGASIAN WEWENANG
Delegasi  wewenang  adalah  proses  dimana  para manajer
mengalokasikan wewenang  kebawah  kepada orang-orang
yang melapor kepadanya.

Empat kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan, yaitu:
1. Pendelegasian menetapkan dan memberikan tujuan dan
  tugas kepada bawahan
2.  Pendelegasian  melimpahkan  wewenang  yang
  diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas
3. Penerimaan  delegasi,  baik  implisit  atau  eksplisit,
menimbulkan kewajiban atau tanggung jawab
4.  Pendelegasian  menerima  pertanggungjawaban
  bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai.

PERTEMUAN 11 
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI 

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

A. KONSEP DASAR

Menurut  Handoko  (2003:272)  bahwa  komunikasi  adalah
proses  pemindahan  pengertian  dalam  bentuk  gagasan
atau informasi dari seseorang ke orang lain.

Konsep  rantai  pertukaran  informasi  mempunyai  unsur-
unsur sebagai berikut:
1. Suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti
2. Suatu sarana pengaliran informasi
3. Suatu  system  bagi  terjalinnya  komunikasi  di  antara
  individu-individu
B. PROSES KOMUNIKASI
Model komunikasi antar pribadi
Model ini menunjukkan tiga unsur esensi komunikasi. Bila
salah  satu  unsur  hilang,  maka  komunikasi  tidak  dapat
berlangsung.  Sebagai  contoh,  seseorang  dapat
mengirimkan  berita  tetapi  bila  tidak  ada  yang menerima
atau mendengar maka komunikasi tidak akan terjadi.
C.  TIPE  JARINGAN  DAN  SALURAN  KOMUNIKASI  
      DALAM ORGANISASI
Menurut  Handoko  (2003:278)  bahwa  tipe  jaringan
komunikasi berbentuk:
1. Lingkaran
2. Rantai
3. Huruf Y
4. Bintang

Sedangkan  saluran  komunikasi  dalam  organisasi  terdiri
dari:
1. Komunikasi vertikal
2. Komunikasi lateral atau horizontal
3. Komunikasi Diagonal
Jaringan  “lingkaran”  dan  “rantai”  adalah  komunikasi  yg  di
desentralisasi.Hal  ini  lebih  efektif  untuk  menyelesaikan  masalah  yg
kompleks,  karena  akan  lebih  cepat  dan  akurat  penyelesaiannya.
Kepuasan anggota kelompok juga cenderung lebih tinggi.
 *   Saluran Komunikasi Dalam Organisasi :

1. Komunikasi Vertikal
  Terdiri atas komunikasi ke bawah dan ke atas.
  a.  Komunikasi  ke  bawah  (downward  communication)  =  memberikan
  pengarahan,  instruksi,  nasehat/saran,  penilaian  bawahan,  dan
  informasi   tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.
  b.  Komunikasi  ke  atas  (upward  communication)  berisi  data  /  umpan
  balik  bagi  manajemen  =  mensuplai  informasi  kpd  tingkatan
  manajemen  atas  tentang  apa  yg  terjadi  pd  tingkat  bawah  (laporan
  periodik,  penjelasan,  gagasan  dan  permintaan  untuk  diberikan
  keputusan).
2. Komunikasi Lateral / Horizontal (koordinatif)
  a.  Komunikasi di antara para anggota dlm kelompok kerja yg sama.
  b.  Komunikasi  di  antara  departemen-departemen  pd  tingkatan
  organisasi yg sama.
3. Komunikasi Diagonal.
  Komunikasi yg memotong secara menyilang rantai perintah organisasi
D. HAMBATAN KOMUNIKASI
1.  Hambatan – hambatan Organisasi
   a. Tingkatan Hirarki
  b. Wewenang Manajerial
  c. Spesialisasi

2.  Hambatan-hambatan Antar Pribadi, yang terdiri dari :
  a. Persepsi Selektif
  b. Status / Kedudukan Komunikator
  c. Keadaan Membela Diri
  d. Pendengaran Lemah
  e. Ketidaktepatan Penggunaan Bahasa
 E. PENINGKATAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
 
Cara-cara  untuk  mengatasi  kesulitan-kesulitan  yang
dihadapi  oleh  para  manajer  untuk  dapat  meningkatkan
efektivitas komunikasi antara lain:
1. Kesadaran akan kebutuhan komunikasi efektif
2. Penggunaan umpan-balik
3. Menjadi komunikator yang lebih efektif
4. Pedoman komunikasi yang baik
• Pedoman Komunikasi Yang Baik.
  American  Management  Associations  (AMA)  telah  menyusun  sepuluh
pedoman  komunikasi  yg  baik  (The  Ten  Commandments  of  Good
Communication) :
  1.  Cari  kejelasan  gagasan-gagasan  terlebih  dahulu  sebelum
  dikomunikasikan.
  2.  Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
  3.  Pertimbangkan  keadaan  phisik  dan  manusia  keseluruhan  kapan  saja
  komunikasi akan dilakukan.
  4.  Konsultasikan dengan pihak-pihak lain.

PERTEMUAN 12 
ELEMEN PENGENDALIAN DAN 
MANAJEMEN KONTEMPORER 



A.ELEMEN PENGENDALIAN
Manajer dapat memfokuskan pada standar dalam bidang
fungsional untuk mengukur prestasi :
PRODUKSI  PEMASARAN  SDM  Keuangan
1.Mutu  1.Volume Penjualan  1.Hubungan Tenaga Kerja 1. Pengeluaran Modal
2.Jumlah  2.Pengeluaran Penjualan
2.Pergantian   Tenaga Kerja  Sediaan
3.Biaya  3.Pengiklanan  3. Tingkat absensi  Arus modal
4.Prestasi kerja
individu
4.Prestasi salesman  -  Likuiditas


B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 

B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 

B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 

B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 

B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 

B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
  Laporan  keuangan  sangat  penting  bagi  perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
  1. Keberhasilan Manajemen    
  2. Pertanggungjawaban Manajemen
  3. Pengembangan perusahaan
  4. Penutupan perusahaan

C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
  Analisa  ratio  digunakan  untuk  membandingkan  angka-
angka historis perusahaan secara :
  1. Time series, dari waktu ke waktu
  2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
 Model Manajemen Kontemporer:

1. Model Tipe Z
  William  Ouchi  mengemukakan  bahwa  perusahaan
Amerika  dan  Jepang  berbeda  dalam  tujuh  dimensi
yang penting, yaitu:
  a.  Lama masa kerja
  b.  Cara pengambilan keputusan
  c.  Letak tanggungjawab
   2. Gerakan Ekselensi

  Peters  & Waterman,  mengatakan  bahwa,  perusahaan-
perusahaan  tertentu  yang  “ekselen,”  atau mereka  yang
memiliki  kesuksesan  yang  telah  berlangsung  dalam
jangka  panjang,  melakukan  banyak  hal  secara
sistematik  yang  membuat  mereka  terpisah  dari
perusahaan lain.  
  Karakteristik dasar yang mungkin memicu ekselensi:
  a. Melakukan sesuatu tepat pada waktunya
  b. Tetap dekat dengan konsumen
  c. Mempromosikan otonomi dan kewirausahaan
   3. TQM (Total Quality Management)
  Sebagai komitmen budaya organisasi untuk memuaskan
pelanggan  melalui  penggunaan  sistem  terpadu  dari
perangkat, teknik-teknik, dan pelatihan.
   Berdasarkan  sigi  yang  dilakukan  Lacelles  &  Berry
terhadap  700  orang  eksekutif,  ditemukan  bahwa
motivasi  yang  melatarbelakangi  perlunya  penerapan
TQM pada sejumlah perusahaan, yaitu:
  a. 73% ingin memenuhi keinginan pelanggan
  b. 60% ingin mengurangi biaya
  c. 59% disebabkan inisiatif para eksekutif
  d. 34% disebabkan adanya ancaman dari pesaing
4.   ISO 9000 dan ISO 14000
  ISO (International Organization for Standardization)
  Ada empat macam standar yang diberikan:
  a. ISO 9001
      Melaksanakan semua aspek pabrikan (manufakturing)
  termasuk  pengembangan  dan  penyerahan  produk
  dan jasa
  b. ISO 9002
    Melaksanakan semua  fungsi prabrikan kecuali desain
  dan pengembangan produk dan/atau jasa.
  c. ISO 9003
    Perusahaan  non  pabrikan,  seperti  distributor  operasi
  pergudangan
  d. ISO 14000
    Unsur-unsur manajemen lingkungan yang berkualitas
5. Proses Rekayasa Ulang Bisnis
  Proses  perencanaan  ulang  secara  radikal  serta
memikirkan  kembali  proses  bisnis  secara  fundamental
untuk  mencapai  perbaikan  secara  dramatis  dalam
ukuran unjuk kerja kontemporer seperti, biaya, kualitas,
servis, dan kecepatan (Bennis)
  Proses rekayasa ulang ditujukan untuk:
  a. Meningkatkan produktivitas
  b. Mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham
  c. Mencapai hasil yang luar biasa min 50% kenaikannya
   6. Downsizing
  Versi  restrukturisasi  organisasi  yang  menghasilkan
penurunan besaran organisasi dan sering menghasilkan
struktur organisasi yang lebih mendatar.
  Pada  dasarnya  downsizing  dapat  dimanfaatkan  oleh
perusahaan  yang  sedang menjalankan  rekayasa  ulang
(reengineering),  sebagai  salah  satu  usaha  untuk
membuat perusahaan menjadi lebih fleksibel, efisien dan
efektif.
    Downsizing dapat meningkatkan efisiensi, karena biaya,
upah  para  manajer  menjadi  berkurang  dan  proses
pengambilan  keputusanpun  menjadi  lebih  cepat  dari
pada sebelumnya.    
   7.  Kaizen
  Diartikan  sebagai  upaya  yang  dilakukan  untuk
memperbaiki  secara  terus-menerus  semua  bidang
dalam perusahaan.
  Menurut  Kazuo  Inamori  bahwa  Kaizen  adalah  ”To  day
better  than  yesterday,  then make  tomorrow  better  than
yesterday”  (hari  ini  lebih  baik  dari  kemarin,  dan  buat
esok lebih baik dari hari ini)
  Dalam Hadist Islam, dikatakan bahwa:”jika hari ini sama
dengan  kemarin  berarti  kamu  merugi,  dan  jika  lebih
jelek maka kamu celaka”
  Konsep Kaizen ini berkaitan dengan konsep TQM.    

DASAR-DASAR BISNIS 
PERTEMUAN 13 

Hughes  dan  Kopoor  dalam  DR.  Buchari  Alma  (2001)
menyatakan  bahwa  bisnis  ialah  suatu  kegiatan  usaha
individu  yang  terorganisasi  untuk  menghasilkan  dan
menjual barang dan  jasa guna mendapatkan  keuntungan
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut  Steven  Skinner  and  John M.  Ivancevich  (1992)
dalam  Gugup  Kismono  (2001)  bahwa  bisnis  dapat  pula
diartikan  sebagai  aktivitas  terpadu  yang  meliputi
pertukaran  barang,  jasa  atau  uang  yang  dilakukan  oleh
dua  pihak  atau  lebih  dengan maksud  untuk memperolah
manfaat atau keuntungan.    
Istilah  bisnis  pada  umumnya  ditekankan  pada  3  (tiga)  hal
yaitu :
1.  Usaha-usaha  perorangan  kecil-kecilan  dalam  bidang
  barang      dan jasa.
2.  Usaha  perusahaan  besar  seperti  pabrik,  transport
  perusahaan surat kabar, hotel dan sebagainya.
3.  Usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa
 Lima Pemegang Kepentingan Utama dalam Bisnis   (FIVE
KEY STAKEHOLDERS IN A BUSINESS ) terdiri dari:

1. Pemilik (Owners)
    Setiap bisnis dimulai dari hasil ide   mengenai barang dan
  jasa oleh orang yang disebut wirausaha (entrepreneur). Ia
  mengorganisasikan (Organize) dan mengelola resiko yang
  dihadapi  mulai  dari  permulaan  bisnis.  Pemilik  Tunggal,
  Banyak, dan Perseroan (kepemilikan    dalam saham)
2. Kreditur (Creditors):
  Perusahaan  memerlukan  dana  lebih  daripada  yang
didapat  dari  pemilik.  Kreditur  dapat  memberikan  solusi
sebagai penyedia pinjaman untuk memulai bisnis. Contoh:
Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank Muamalat dan
sebagainya.
3. Pekerja (Employees):
  Hasil  ide  pemilik  untuk  membangun  bisnisnya,  harus
didukung  karyawan.  Karyawan  yang  direkrut  untuk
menyelenggarakan bisnis.

4.  Pemasok  (Suppliers):  Menyelenggarakan  bisnis
membutuhkan  bahan  (material)  yang  dibutuhkan  untuk
produksi melalui pemasok. Produk yang dijual hendaknya
harus  berkualitas  dan memiliki  daya  saing  yang  tinggi  .
Produk  kualitas  harus melalui  proses mengubah  bahan
berkualitas  melalui  cara  produksi  yang  efektif,  efesien
dan produktif .
5.  Pelanggan (Customers):
  Tujuan  akhir  dari  bisnis  adalah  sejauhmana  produk  atau
jasa  dapat  memuaskan  kebutuhan  dan  keinginan
pelanggan.  Bagaimanapun  perusahaan  harus  tahu
tentang apa kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dengan
demikian  apa  yang  ditawarkan  kepada  mereka  dapat
direspon dengan baik.
 Maksud dan Tujuan Bisnis
Bisnis  tidak  hanya  bermaksud  memenuhi  kebutuhan
masyarakat  konsumen.  Lebih  dari  itu,  bisnis  juga  harus
mampu  menyediakan  sarana-sarana  yang  dapat  menarik
minat dan perilaku para  konsumen. Secara umum,  maksud
dan  tujuan  bisnis  sangat  terkait  erat  dengan  faktor-faktor
berikut :

1.   Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
2.   Keuntungan usaha
3.   Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan
Persaingan Usaha Bisnis
Menurut DR. Buchari Alma  (2001)  bahwa  persaingan  yang
sehat akan menimbulkn beberapa keuntungan yaitu:
 
1. Harga bagi konsumen bisa lebih rendah, karena produsen
berusaha bekerja efisien dan menurunkan harga jual.
2. Bisnis berusaha meningkatkan pelayanan bagi konsumen.
3.  Bisnis  berusaha  menciptakan  barang  baru  dan  dengan
mutu yang baik.    
Pengertian Perusahaan
Perusahaan Kecil
• Dikelola sendiri oleh
pemilik
• Struktur organisasi
sederhana
• Prosentase
kegagalan tinggi
• Akses sumber dana
sulit

Perusahaan Besar
Dikelola oleh para
profesional
Struktur organisasi
kompleks
Prosentase kegagalan
rendah
Akses sumber dana
mudah

Fungsi Dasar Bisnis  
Dan Steinhoff dalam bukunya The Word of business (1979)
menyatakan bahwa fungsi dasar bisnis ialah :
a.  Acquiring raw material (mencari bahan mentah)
b. Manufacturing  raw  materials  into  products  (merubah
bahan   mentah menjadi produk)
c. Distributing products  to consumers  (menyalurkan barang
ke  tangan konsumen)

Ada  pandangan  yang  lebih  ekstrim  yang  menyatakan
bahwa bisnis dibagi atas dua bagian yaitu:
a.   Production
b.   Marketing

  Pertemuan 14 
PELUANG DAN TANTANGAN BISNIS 
SERTA EKONOMI DAN BISNIS 

II. Tantangan-tantangan yang Dihadapi Bisnis 

a.   Tantangan Produktivitas
Dunia  bisnis  harus  meningkatkan  produktivitasnya,
karena  mereka  akan  menghadapi  pasar  luas  yang
makin  berkembang. Usaha meningkatkan  produktivitas
ini dapat dilakukan dengan cara antara lain:
1.   Memperbaharui mesin-mesin dengan modern
2.   Kembangkan kegiatan research and development.
3.   Di negara maju di coba pemakaian robot
b.   Tantangan Teknologi
  Perubahan  teknologi  yang  sangat  cepat
harus  diimbangi  perusahaan  dengan
menynediakan  karyawan  yang  terampil,
memiliki  kapasitas,  serta  kemauan  belajar
yang tinggi.
IV. HAKIKAT ILMU EKONOMI
Ilmu  ekonomi  adalah  ilmu  yang  mempelajari  cara
masyarakat  mengalokasikan  sumber-sumber  yang
terbatas  untuk  keperluan  produksi  dan  distribusi
barang dan jasa (Musselman and Hughes : 1964).
William  F.  Schoell  (1993)  mengatakan  bahwa:  Studi
ilmu  ekonomi  juga  termasuk  menganalisa  kegiatan
orang  dalam  hubungan  dengan  memproduksi,
menabung dan membelanjakan uangnya.
Kegunaan Bentuk (Form Utility)
• Peningkatan kegunaan dari suatu benda antara  lain
dapat  disebabkan  oleh  perubahan  bentuknya.
Sebagai contoh  : nilai guna dari sebuah  lempengan
besi  relatif  rendah,  namun  jika  lempengan  besi
tersebut  ditempa menjadi  sebuah  pisau, maka  nilai
gunanya akan menjadi lebih besar.
Kegunaan Tempat (Place Utility)
• Pertambahan kegunaan dari suatu benda antara lain
dapat karena dipindahkan dari satu tempat ke tempat
lain.
• Conotoh : Sebuah mantel yang tebal tidak banyak
gunanya jika dipakai di daerah tropis, namun jika dipakai
di daerah dingin maka akan lebih terasa manfaatnya.
Kegunaan Waktu
• Kegunaan suatu benda bertambah jika benda itu dipakai
pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan
manfaat benda tersebut.
• Contoh : payung akan lebih berguna jika dipakai pada
waktu huja atau saat hari terik.
Kegunaan Kepemilikan
• Kegunaan  suatu  benda  baru  terasa  bila  telah  ada
pemiliknya, atau dimiliki oleh konsumen yang tepat.
• Contoh : tanah yang kosong dan terbengkalai tidak akan
memiliki manfaat,  tetapi  tanah  tersebut  baru membawa
manfaat bila dimiliki dan diolah oleh manusia yang bisa
mengolah tersebut.

Read more ...

Rabu, 01 Juli 2015

Perancangan Basis Data

Pertemuan 9
Bahasa Query
Formal

Bahasa Query Formal
Dalam bahasa Query Formal, ada dua dasar
pembentukan bahasa Query, yaitu:
1.Aljabar Relasional
2.Kalkulus Relasional
Dalam pembahasan ini hanya akan membahas
tentang Aljabar Relasional karna lebih banyak
dijadikan dasar Bahasa Query yang umum
digunakan.
Aljabar Relasional
ALJABAR RELASIONAL
Adalah kumpulan operasi terhadap relasi, dimana setiap
operasi menggunakan satu atau lebih relasi untuk
menghasilkan satu relasi yang baru.
Aljabar Relational
B. OPERATOR RELATIONAL
1. Restrict ( σ ) adalah Pemilihan tupel atau record
2. Project ( π ) adalah pemilihan attribute atau field
3. Divide ( ÷ ) adalah membagi
4. Join ( θ ) adalah menggabungkan
ALJABAR RELASIONAL
Operator pada aljabar relational dibagi menjadi 2
kelompok:
1. Operator dasar untuk fundamental operational
2. Operator tambahan untuk additional operasional
Operator Dasar
a. Selection ( σ ) Lower Case Omega
Operasi selection menyeleksi tupel-tupel pada sebuah
relation yang memenuhi predicate/syarat yang sudah
ditentukan
b. Projection ( π )
Operator projection beroperasi pada sebuah relation,
yaitu membentuk relation baru dengan mengcopy
atribute-atribute dan domain-domain dari relation
tersebut berdasarkan argumen-argumen pada operator
c. Cartesian product ( X )
Operator dengan dua relasi untuk menghasilkan tabel
hasil perkalian kartesian.
d. Union ( ∪ )
Operasi untuk menghasilkan
syarat kedua tabel memiliki a
domain atribut ke-i masing-mas
RUS={ X I X E R atau X E S}
e. Set diference ( - )
Operasi untuk mendapatkan tabel dis uatu relasi tapi tidak ada di
relasi lainnya
Operator Tambahan
1. SET INTERSECTION ( ∩ ∩∩ ∩ )
Operasi untuk menghasilkan irisan dua tabel dengan
syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama, domain
atribut ke-i kedua tabel tersebut sama.
2. THETA JOIN 2. THETA JOIN
Operasi yang menggabungkan operasi cartesian
product dengan operasi selection dengan suatu kriteria.
3. NATURAL JOIN
Operasi menggabungkan operasi selection dan
cartesian product dengan suatu kriteria pada kolom
yang sama
4. DIVISION
Merupaka
relation

Pertemuan 11
Bahasa Query Terapan 

JOIN digunakan untuk memilih data dari dua tabel atau lebih.
1. INNER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian.
2.  LEFT JOIN atau LEFT OUTER JOIN
JOIN
2.  LEFT JOIN atau LEFT OUTER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kiri.
3. RIGHT JOIN atau RIGHT OUTER JOIN
Menggabungkan dua tabel dimana diantara dua tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kanan.
Fungsi Aggregate
MENGGUNAKAN FUNGSI AGGREGATE :
1. COUNT digunakan untuk menghitung jumlah.
Menghitung jumlah record mahasiswa dari tabel MAHASISWA
SELECT COUNT(*) FROM MAHASISWA
2. SUM digunakan untuk menghitung total dari kolom yang
mempunyai tipe data numerik.
SELECT  SUM(SKS)  AS ‘TOTAL SKS’ FROM  MATAKULIAH
3. AVG digunakan untuk menghitung rata-rata dari data-data
dalam sebuah kolom.
SELECT  AVG(FINAL)  AS  ‘FINAL’  FROM  Nilai
4. MIN digunakan untuk menghitung nilai minimal dalam
sebuah kolom.
SELECT MIN(FINAL) FROM Nilai
5. MAX diguankan untuk menghitung nilai maksimum dalam
sebuah kolom
SELECT MAX(MID) FROM Nilai
Subquery
SUBQUERY
Adalah subselect yang dapat digunakan di klausa WHERE dan
HAVING dipernyataan select luar untuk menghasilkan tabel akhir.
Aturan-aturan untuk membuat subquery, yaitu :
1. Klausa Order By tidak boleh digunakan di subquery, Order By
hanya dapat digunakan di pernyataan Select luar. hanya dapat digunakan di pernyataan Select luar.
2. Klausa subquery Select harus berisi satu nama kolom tunggal
atau ekspresi kecuali untuk subquery-subquery menggunakan
kata kunci EXIST
3. Secara default nama kolom di subquery mengacu ke nama tabel
di klausa FROm dari subquery tersebut.
4. Saat subquery adalah salah satu dua operan dilibatkan di
pembandingan, subquery harus muncul disisi kanan
pembandingan
Penggunanaan ANY dan ALL
Jika subquery diawali kata kunci ALL, syarat hanya akan
bernilai TRUE jika dipenuhi semua nilai yang
dihasilkan subquery itu.
Jika subquery diawali kata kunci ANY, syaratnya akan
bernilai TRUE jika dipenuhi sedikitnya satu nilai yang
dihasilkan subquery tersebut.
Penggunanaan EXIST DAN NOT EXIST
EXIST akan mengirim nilai TRUE jika dan hanya jika
terdapat sedikitnya satu baris di tabel hasil yang dikirim
oleh subquery dan EXIST mengirim nilai FALSE jika
subquery mengirim tabel kosong.

Basis Data Terdistribusi

Basis Data Terdistribusi
Basis Data Terdistribusi
Yaitu kumpulan data yang digunakan bersama yang saling
terhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik
pada suatu jaringan komputer.
Karakteristik Database terdistribusi, yaitu :
1. Kumpulan data yang digunakan bersama secara logik 1. Kumpulan data yang digunakan bersama secara logik
tersebar pada sejumlah komputer yang berbeda
2. Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan
komunikasi
3. Data pada masing-masing situs dapat menangani
aplikasi-aplikasi lokal secara otonom
4. Data pada masing situs dibawah kendali satu DBMS
5. Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya
satu aplikasi global
Keuntungan Basis Data
Terdistribusi
KEUNTUNGAN :
1. Secara alami mengikuti struktur organisasi
2. Adanya otonomi lokal
3. Sifatnya dapat dipakai secara bersama 3. Sifatnya dapat dipakai secara bersama
4. Peningkatan ketersediaan
5. Peningkatan kehandalan
6. Peningkatan kinerja
7. Ekonomis
8. Pertumbuhan yang modular
Kerugian Basis Data
Terdistribusi
1. Harga software mahal (Biaya)
2. Kompleksitas
3. Kelemahan dalam keamanan
4. Sulitnya menjaga keutuhan data
5. Kurangnya standar
6. Kurangnya pengalaman
7. Perancangan basisdata lebih kompleks
BEBERAPA PERATURAN YANG HARUS DIDEFINISIKAN
KETIKA MENDEFINISIKAN FRAGMENT :
1. Kondisi lengkap (Completeness)
sebuah unit data yang masih dalam bagian dari relasi
utama, maka data harus berada dalam satu fragmen.
Ketika ada relasi, pembagian datanya harus menjadi satu
kesatuan dengan relasinya.
2. Rekontruksi (Reconstruction)
Fragmentasi lanjutan
2. Rekontruksi (Reconstruction)
sebuah relasi asli dapat dibuat kembali atau digabungkan
kembali dari sebuah fragmen. Ketika telah dipecah-pecah,
data masih memungkinkan untuk digabungkan kembali
dengan tidak mengubah struktur data.
3. Disjointness
data didalam fragmen tidak boleh diikutkan dalam
fragmen lain agar tidak terjadi redundancy data, kecuali
untuk atribut primary key dalam fragmentasi vertikal
Kerugian fragmentasi yaitu :
1. Kinerja yang dapat turun karena data tersebar dan
butuh proses untuk penggabungan kembali
2. Integritas yang dapat terganggu dikarenakan
kegagalan pada salah satu site database server
Jenis Fragmentasi
TIGA JENIS FRAGMENTASI :
1. Fragmentasi horizontal
terdiri dari tuple dari fragment global yang kemudian
dipecah-pecah atau disekat menjadi beberapa sub-sets
2. Fragmentasi vertikal
Membagi atribut-atribut dari fragment global yang
tersedia menjadi beberapa grup. tersedia menjadi beberapa grup.
3. Fragmentasi campuran
Cara yang sederhana untuk membangun fragmentasi
campuran sbb :
a. Menggunakan fragmentasi horizontal pada fragmentasi
vertikal
b. Menggunakan fragmentasi vertical pada fragmentasi
horizontal

Pertemuan 14
Lingkungan Basis Data

KONKURENSI
CONCURRENCY (KONKURENSI)
Ada 3 masalah yang disebabkan oleh Concurrency :
1. Masalah kehilangan modifikasi (Lost Update
Problem)
Masalah ini timbul jika dua transaksi mengakses Masalah ini timbul jika dua transaksi mengakses
item database yang sama yang mengakibatkan
nilai dari database tersebut menjadi tidak benar.
2. Masalah Modifikasi Sementara (uncommited Update
Problem)
Masalah ini timbul jika transaksi membaca suatu
record yang sudah dimodifikasi oleh transaksi lain
tetapi belum terselesaikan (uncommited), terdapat tetapi belum terselesaikan (uncommited), terdapat
kemungkinan kalau transaksi tersebut dibatalkan
(rollback).
3. Masalah Analisa yang tidak konsisten (Problem of
inconsistency Analysis)
Masalah ini timbul jika sebuah transaksi membaca
suatu nilai tetapi transaksi yang kedua mengupdate
beberapa nilai tersebut selama eksekusi transaksi
pertama
Jenis- Jenis Lock :
1. Share (S)
Kunci ini memungkinkan pengguna dan para pengguna
konkuren yang lain dapat membaca record tetapi tidak
mengubahnya.
2. Exclusive (X)
Kunci ini memungkinkan pengguna untuk membaca dan
mengubah record. Sedangkan pengguna konkuren lain
lanjutan
mengubah record. Sedangkan pengguna konkuren lain
tidak diperbolehkan membaca ataupun mengubah record
tersebut.
Timestamping
TIMESTAMPING
Adalah salah satu alternatif mekanisme kontrol
konkurensi yang dapat menghilangkan masalah dead
lock
Dua masalah yang timbul pada Timestamping : Dua masalah yang timbul pada Timestamping :
1. Suatu transaksi memerintahkan untuk membaca
sebuah item yang sudah di update oleh transaksi yang
belakangan.
2. Suatu transaksi memerintahkan untuk menulis sebuah
item yan nilainya sudah dibaca atau ditulis oleh
transaksi yang belakangan
Crass dan Recovery
PENGERTIAN :
Crash adalah suatu failure atau kegagalan dari suatu
sistem
PENYEBAB DARI KEGAGALAN ADALAH : PENYEBAB DARI KEGAGALAN ADALAH :
1. Disk Crash yaitu informasi yang ada di disk akan hilang
2. Power failure yaitu informasi yang disimpan pada
memori utama dan register akan hilang
3. Software Error yaitu output yang dihasilkan tidak betul
dan sistem databasenya sendiri akan memasuki suatu
kondisi tidak konsisten
Klasifikasi Failure
Berdasarkan Jenis storage
1. Volatile storage, biasanya informasi yang terdapat
pada volatile akan hilang, jika terjadi kerusakan sistem
(system crash) contoh: RAM
2. Non Volatile Storage, biasanya informasi yang 2. Non Volatile Storage, biasanya informasi yang
terdapat pada non volatile strorage tidak akan hilang
jika terjadi kerusakan sistem contoh: ROM
3. Stable Storage, informasi yang terdapat dalam stable
storage tidak pernah hilang. contoh: Harddisk RAID
Jenis-Jenis Kegagalan
1. Logical Error, program tidak dapat lagi dilaksanakan
disebabkan oleh kesalahan input, data tidak
ditemukan, over flow
2. System Error, sistem berada pada keadaan yang
tidak diinginkan, seperti terjadi deadlock, sebagai
akibat program tidak dapat dilanjutkan namun setelah akibat program tidak dapat dilanjutkan namun setelah
beberapa selang waktu program dapat dijalankan
kembali.
3. System Crash,kegagalan fungsi perangkat keras,
menyebabkan hilangnya data pada volatile storage,
tetapi data pada non volatile storage masih tetap ada.
4. Disk Failure, hilangnya data dari sebuah blok disk
disebabkan oleh kerusakan head atau kesalahan pada
waktu pengoperasian transfer data
Security
SECURITY adalah suatu proteksi data terhadap
perusakan data dan pemakaian oleh pemakai yang
tidak mempunyai ijin.
BEBERAPA MASALAH SECURITY SECARA
UMUM : UMUM :
1. Di dalam suatu perusahaan siapa yang diijinkan untuk
mengakses suatu sistem
2. Bila sistem tersebut menggunakan password,
bagaimana kerahasian dari password tersebut dan
berapa lama password tersebut harus diganti
3. Di dalam pengontrolan hardware, apakah ada proteksi
untuk penyimpanan data (data storage)
DUA KATAGORI PENYALAHGUNAAN DATABASE :
1. Katagori yang tidak disengaja
Contoh: Anomali yang disebabkan oleh
pendistribusian data pada beberapa komputer
2. Katagori yang disengaja
Contoh: Insert, Delete & Update oleh pihak yang tidak
berwenang berwenang
BEBERAPA TINGKATAN MASALAH SECURITY :
1. Phisical, berkaitan dengan pengamanan lokasi fisik
database
2. Man, berkaitan dengan wewenang user
3. Sistem operasi, berkaitan dengan kemanan sistem
operasi yang digunakan dalam jaringan
4. Sistem database, sistem dapat mengatur hak akses
user
Pemberian Wewenang dan View
KONSEP VIEW adalah cara yang diberikan pada seorang
pemakai untuk mendapatkan model database yang
sesuai dengan kebutuhan perorangan
Database relational membuat pengamanan pada level :
Relasi, seorang pemakai diperbolehkan atau tidak Relasi, seorang pemakai diperbolehkan atau tidak
mengakses langsung suatu relasi
View, seorang pemakai diperbolehkan atau tidak
mengakses data yang terdapat pada view
Read Authorization, data dapat dibaca tapi tidak boleh
dimodifikasi
Insert Authorozation, pemakai boleh menambah data
baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah
ada
Update Authorization, pemakai boleh memodifikasi
tetapi tidak dapat menghapus data
Delete Authorization, pemakai boleh menghapus data
Index Authorization, pemakai boleh membuat atau
menghapus index menghapus index
Resource Authorization, mengizinkan pembuatan
relasi – relasi baru
Alternation Authorization, mengizinkan penambahan
atau penghapusan atribute dalam satu relasi
Drop Authorization, pemakai boleh menghapus relasi
yang ada
Integrity
Berarti memeriksa keakuratan dan validasi data
BEBERAPA JENIS INTEGRITY :
1. Integrity Konstains, memberikan suatu sarana yang
memungkinkan pengubahan database oleh pemakai
berwenang sehingga tidak akan menyebabkan data berwenang sehingga tidak akan menyebabkan data
inkonsistensi
2. Integrity Rule (pada basisdata relational), terbagi menjadi:
- Integrity Entity, contoh: tidak ada satu komponen kunci
primer yang bernilai kosong (null)
- Integrity Referensi, suatu domain dapat dipakai sebagai
kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain
yang bersangkutan
Read more ...
Designed By