PERTEMUAN 9
PENGORGANISASIAN
Organisasi dapat di definisikan sebagai kelompok orang
yang saling berinteraksi dan bekerjasama untuk
merealisasikan tujuan bersama.
Suatu organisasi mengandung tiga elemen yang saling
berhubungan. Ketiga elemen organisasi tersebut adalah:
1. Sekelompok orang.
2. Interaksi dan kerjasama, serta.
3. Tujuan bersama.
Salah satu ciri utama dari organisasi adalah sekelompok
orang yang menggabungkan diri dengan suatu ikatan
norma, peraturan serta kebijakan dan menjalankannya
dengan penuh tanggung jawab.
B. KELOMPOK DAN PERILAKU ORGANISASI
McDavid dan Harari dalam Siswanto (2006:81)
mendefinisikan kelompok sebagai suatu system yang
terorganisasi yang melakukan fungsi tertentu yang
melakukan serangkaian peran antar anggotannya, dan
memiliki serangkaian norma yang mengatur kelompok dan
tiap anggotanya.
Definisi di atas menekankan beberapa ciri kelompok
seperti peran dan norma.
Siswanto (2006:85) menggambarkan dalam tabel
mengenai karakteristik kelompok dan perilaku organisasi
sebagai berikut:
C. STRUKTUR ORGANISASI
Stoner dan Wankell membatasi bahwa struktur organisasi
adalah: ”Susunan dan hubungan antar bagian komponen
dan posisi dalam suatu perkumpulan”
Gibson dan kawan-kawan menekankan bahwa struktur
bertalian dengan hubungan pekerjaan dalam organisasi.
Hubungan yang pasti tersebut timbul dari proses
keputusan sebagai berikut:
1. Pembagian Kerja (division of labor)
2. Departementalisasi (departementalization)
3. Permasalahan rentang kendali (Span of control)
4. Delegasi kekuasaan (Delegation of authority)
D. STRUKTUR ORGANISASI
1. Pembagian kerja
Seluruh pekerjaan dispesialisasikan sampai pd tingkat membagi
pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.
2. Departementalisasi
Adalah proses penggabungan pekerjaan ke dalam kelompok .
a. Departementalisasi fungsional = pengelompokkan pekerjaan
dilakukan menurut fungsi organisasi (organisasi bisnis, jasa
dsb).
b. Departementalisasi teritorial = pembentukan kelompok atas
dasar bidang geografis (daerah).
c. Departementalisasi produk = pd organisasi bisnis besar yg
produknya beraneka ragam, aktivitas dan bawahannya
dikelompokkan atas dasar produk.
PERTEMUAN 10
KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN
Kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara
efektif sebagian besar tergantung pada jumlah bawahan
yang melapor kepadanya, yang di kenal sebagai” rentang
“manajemen” atau” rentang kendali”.
A. KOORDINASI
Koordinasi (coordination) adalah proses penintegrasian
tujuan-tujuan dan kegiaatan-kegiatan pada satuan- satuan
yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional
suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara
efesien.
Kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan
kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan
derajat saling ketergantungan bermacam- macam satuan
pelaksanaanya.
Menurut Thompson, ada tiga macam saling
ketergantungan di antara satuan- satuan organisasi, yaitu:
1. Saling ketergantungan yang menyatu (pooled
interdapandence)
2. Saling ketergantungan yang berurutan (sequential
interdependence) Reciprocal interdependence)
3. Saling ketergantungan timbal balik (reciprocal
interdependence)
Tiga Pendekatan Pencapaian Koordinasi Yang Efektif
1. Teknik-Teknik Dasar
organisasi yg sederhana hanya memerlukan peralatan koordinasi
sbb: a) hirarki, b) kegiatan serta aturan/prosedur, dan c) rencana /
tujuan perusahaan.
2. Meningkatkan Koordinasi Potensial, terdiri atas:
a) investasi dalam sistem informasi vertikal.
b) penciptaan hubungan-hubungan ke samping.
3. Mengurangi Kebutuhan akan Koordinasi, terdiri atas :
a) penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.
b) penciptaan tugas-tugas yg dpt berdiri sendiri.
B. Masalah Pencapaian Koordinasi Yang Efektif.
1. Perbedaan dlm orientasi thp tujuan = para anggota dari
departemen yg berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri
tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yg baik.
Contoh : Bagian akuntansi melihat pengendalian biaya sbg faktor
paling penting mencapai sukses organisasi. Bagian pemasaran
mengemukakan disain produk sbg yg paling penting.
2. Perbedaan dlm orientasi waktu = manajer produksi lebih
memperhatikan masalah yg harus dipecahkan segera (jangka
pendek). Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan
masalah jangka panjang.
3. Perbedaan dlm orientasi antar pribadi = kegiatan produksi
memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yg cepat
dibandingkan dengan bagian penelitian dan pengembangan dapat
lebih santai untuk berdiskusi.
C. RENTANG MANAJEMEN
Ada dua alasan utama mengapa penentuan rentang
manajemen yang tepat adalah penting :
1. Rentang manajemen, mempengaruhi penggunaan
efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari
bawahan mereka.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh
organisasi dan struktur organisasi.
D. Rentang Manajemen.
1. Span of control = Kemampuan pimpinan untuk
mengatur bawahannya.
2. Span of authority = Kemempuan pimpinan untuk
mengambil suatu tindakan terhadap bawahannya.
3. Span of attention = Kemampuan pimpinan untuk
memberikan perhatian kepada bawahannya.
4. Span of supervision = Kemampuan pimpinan
untuk mangawasi bawahannya
WEWENANG DAN PENDELEGASIAN
A. KONSEP DASAR
Menurut Handoko (2003:212) Wewenang (authority) adalah
hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain
untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar
tercapai tujuan tertentu.
Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai
sumber wewenang, yaitu:
1. Teori formal. Pandangan wewenang formal
menyebutkan bahwa wewenang adalah dianugerahkan;
wewenang ada karena seseorang di beri atau dilimpahi
atau di warisi hal tersebut.
2. Teori Penerimaan (acceptance theory pf authority)
menyanggah pendapat bahwa wewenang dapat
dianugerahkan.
B. PENDELEGASIAN WEWENANG
Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer
mengalokasikan wewenang kebawah kepada orang-orang
yang melapor kepadanya.
Empat kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan, yaitu:
1. Pendelegasian menetapkan dan memberikan tujuan dan
tugas kepada bawahan
2. Pendelegasian melimpahkan wewenang yang
diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas
3. Penerimaan delegasi, baik implisit atau eksplisit,
menimbulkan kewajiban atau tanggung jawab
4. Pendelegasian menerima pertanggungjawaban
bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai.
PERTEMUAN 11
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
A. KONSEP DASAR
Menurut Handoko (2003:272) bahwa komunikasi adalah
proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan
atau informasi dari seseorang ke orang lain.
Konsep rantai pertukaran informasi mempunyai unsur-
unsur sebagai berikut:
1. Suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti
2. Suatu sarana pengaliran informasi
3. Suatu system bagi terjalinnya komunikasi di antara
individu-individu
B. PROSES KOMUNIKASI
Model komunikasi antar pribadi
Model ini menunjukkan tiga unsur esensi komunikasi. Bila
salah satu unsur hilang, maka komunikasi tidak dapat
berlangsung. Sebagai contoh, seseorang dapat
mengirimkan berita tetapi bila tidak ada yang menerima
atau mendengar maka komunikasi tidak akan terjadi.
C. TIPE JARINGAN DAN SALURAN KOMUNIKASI
DALAM ORGANISASI
Menurut Handoko (2003:278) bahwa tipe jaringan
komunikasi berbentuk:
1. Lingkaran
2. Rantai
3. Huruf Y
4. Bintang
Sedangkan saluran komunikasi dalam organisasi terdiri
dari:
1. Komunikasi vertikal
2. Komunikasi lateral atau horizontal
3. Komunikasi Diagonal
Jaringan “lingkaran” dan “rantai” adalah komunikasi yg di
desentralisasi.Hal ini lebih efektif untuk menyelesaikan masalah yg
kompleks, karena akan lebih cepat dan akurat penyelesaiannya.
Kepuasan anggota kelompok juga cenderung lebih tinggi.
* Saluran Komunikasi Dalam Organisasi :
1. Komunikasi Vertikal
Terdiri atas komunikasi ke bawah dan ke atas.
a. Komunikasi ke bawah (downward communication) = memberikan
pengarahan, instruksi, nasehat/saran, penilaian bawahan, dan
informasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.
b. Komunikasi ke atas (upward communication) berisi data / umpan
balik bagi manajemen = mensuplai informasi kpd tingkatan
manajemen atas tentang apa yg terjadi pd tingkat bawah (laporan
periodik, penjelasan, gagasan dan permintaan untuk diberikan
keputusan).
2. Komunikasi Lateral / Horizontal (koordinatif)
a. Komunikasi di antara para anggota dlm kelompok kerja yg sama.
b. Komunikasi di antara departemen-departemen pd tingkatan
organisasi yg sama.
3. Komunikasi Diagonal.
Komunikasi yg memotong secara menyilang rantai perintah organisasi
D. HAMBATAN KOMUNIKASI
1. Hambatan – hambatan Organisasi
a. Tingkatan Hirarki
b. Wewenang Manajerial
c. Spesialisasi
2. Hambatan-hambatan Antar Pribadi, yang terdiri dari :
a. Persepsi Selektif
b. Status / Kedudukan Komunikator
c. Keadaan Membela Diri
d. Pendengaran Lemah
e. Ketidaktepatan Penggunaan Bahasa
E. PENINGKATAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
Cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang
dihadapi oleh para manajer untuk dapat meningkatkan
efektivitas komunikasi antara lain:
1. Kesadaran akan kebutuhan komunikasi efektif
2. Penggunaan umpan-balik
3. Menjadi komunikator yang lebih efektif
4. Pedoman komunikasi yang baik
• Pedoman Komunikasi Yang Baik.
American Management Associations (AMA) telah menyusun sepuluh
pedoman komunikasi yg baik (The Ten Commandments of Good
Communication) :
1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum
dikomunikasikan.
2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3. Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja
komunikasi akan dilakukan.
4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain.
PERTEMUAN 12
ELEMEN PENGENDALIAN DAN
MANAJEMEN KONTEMPORER
A.ELEMEN PENGENDALIAN
Manajer dapat memfokuskan pada standar dalam bidang
fungsional untuk mengukur prestasi :
PRODUKSI PEMASARAN SDM Keuangan
1.Mutu 1.Volume Penjualan 1.Hubungan Tenaga Kerja 1. Pengeluaran Modal
2.Jumlah 2.Pengeluaran Penjualan
2.Pergantian Tenaga Kerja Sediaan
3.Biaya 3.Pengiklanan 3. Tingkat absensi Arus modal
4.Prestasi kerja
individu
4.Prestasi salesman - Likuiditas
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
B. LAPORAN KEUANGAN PENGENDALIAN
Laporan keuangan sangat penting bagi perusahaan
karena merupakan tolok ukur :
1. Keberhasilan Manajemen
2. Pertanggungjawaban Manajemen
3. Pengembangan perusahaan
4. Penutupan perusahaan
C. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa ratio digunakan untuk membandingkan angka-
angka historis perusahaan secara :
1. Time series, dari waktu ke waktu
2. Perbandingan dengan perusahaan sejenis
Model Manajemen Kontemporer:
1. Model Tipe Z
William Ouchi mengemukakan bahwa perusahaan
Amerika dan Jepang berbeda dalam tujuh dimensi
yang penting, yaitu:
a. Lama masa kerja
b. Cara pengambilan keputusan
c. Letak tanggungjawab
2. Gerakan Ekselensi
Peters & Waterman, mengatakan bahwa, perusahaan-
perusahaan tertentu yang “ekselen,” atau mereka yang
memiliki kesuksesan yang telah berlangsung dalam
jangka panjang, melakukan banyak hal secara
sistematik yang membuat mereka terpisah dari
perusahaan lain.
Karakteristik dasar yang mungkin memicu ekselensi:
a. Melakukan sesuatu tepat pada waktunya
b. Tetap dekat dengan konsumen
c. Mempromosikan otonomi dan kewirausahaan
3. TQM (Total Quality Management)
Sebagai komitmen budaya organisasi untuk memuaskan
pelanggan melalui penggunaan sistem terpadu dari
perangkat, teknik-teknik, dan pelatihan.
Berdasarkan sigi yang dilakukan Lacelles & Berry
terhadap 700 orang eksekutif, ditemukan bahwa
motivasi yang melatarbelakangi perlunya penerapan
TQM pada sejumlah perusahaan, yaitu:
a. 73% ingin memenuhi keinginan pelanggan
b. 60% ingin mengurangi biaya
c. 59% disebabkan inisiatif para eksekutif
d. 34% disebabkan adanya ancaman dari pesaing
4. ISO 9000 dan ISO 14000
ISO (International Organization for Standardization)
Ada empat macam standar yang diberikan:
a. ISO 9001
Melaksanakan semua aspek pabrikan (manufakturing)
termasuk pengembangan dan penyerahan produk
dan jasa
b. ISO 9002
Melaksanakan semua fungsi prabrikan kecuali desain
dan pengembangan produk dan/atau jasa.
c. ISO 9003
Perusahaan non pabrikan, seperti distributor operasi
pergudangan
d. ISO 14000
Unsur-unsur manajemen lingkungan yang berkualitas
5. Proses Rekayasa Ulang Bisnis
Proses perencanaan ulang secara radikal serta
memikirkan kembali proses bisnis secara fundamental
untuk mencapai perbaikan secara dramatis dalam
ukuran unjuk kerja kontemporer seperti, biaya, kualitas,
servis, dan kecepatan (Bennis)
Proses rekayasa ulang ditujukan untuk:
a. Meningkatkan produktivitas
b. Mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham
c. Mencapai hasil yang luar biasa min 50% kenaikannya
6. Downsizing
Versi restrukturisasi organisasi yang menghasilkan
penurunan besaran organisasi dan sering menghasilkan
struktur organisasi yang lebih mendatar.
Pada dasarnya downsizing dapat dimanfaatkan oleh
perusahaan yang sedang menjalankan rekayasa ulang
(reengineering), sebagai salah satu usaha untuk
membuat perusahaan menjadi lebih fleksibel, efisien dan
efektif.
Downsizing dapat meningkatkan efisiensi, karena biaya,
upah para manajer menjadi berkurang dan proses
pengambilan keputusanpun menjadi lebih cepat dari
pada sebelumnya.
7. Kaizen
Diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk
memperbaiki secara terus-menerus semua bidang
dalam perusahaan.
Menurut Kazuo Inamori bahwa Kaizen adalah ”To day
better than yesterday, then make tomorrow better than
yesterday” (hari ini lebih baik dari kemarin, dan buat
esok lebih baik dari hari ini)
Dalam Hadist Islam, dikatakan bahwa:”jika hari ini sama
dengan kemarin berarti kamu merugi, dan jika lebih
jelek maka kamu celaka”
Konsep Kaizen ini berkaitan dengan konsep TQM.
DASAR-DASAR BISNIS
PERTEMUAN 13
menyatakan bahwa bisnis ialah suatu kegiatan usaha
individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan
menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Steven Skinner and John M. Ivancevich (1992)
dalam Gugup Kismono (2001) bahwa bisnis dapat pula
diartikan sebagai aktivitas terpadu yang meliputi
pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh
dua pihak atau lebih dengan maksud untuk memperolah
manfaat atau keuntungan.
Istilah bisnis pada umumnya ditekankan pada 3 (tiga) hal
yaitu :
1. Usaha-usaha perorangan kecil-kecilan dalam bidang
barang dan jasa.
2. Usaha perusahaan besar seperti pabrik, transport
perusahaan surat kabar, hotel dan sebagainya.
3. Usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa
Lima Pemegang Kepentingan Utama dalam Bisnis (FIVE
KEY STAKEHOLDERS IN A BUSINESS ) terdiri dari:
1. Pemilik (Owners)
Setiap bisnis dimulai dari hasil ide mengenai barang dan
jasa oleh orang yang disebut wirausaha (entrepreneur). Ia
mengorganisasikan (Organize) dan mengelola resiko yang
dihadapi mulai dari permulaan bisnis. Pemilik Tunggal,
Banyak, dan Perseroan (kepemilikan dalam saham)
2. Kreditur (Creditors):
Perusahaan memerlukan dana lebih daripada yang
didapat dari pemilik. Kreditur dapat memberikan solusi
sebagai penyedia pinjaman untuk memulai bisnis. Contoh:
Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BCA, Bank Muamalat dan
sebagainya.
3. Pekerja (Employees):
Hasil ide pemilik untuk membangun bisnisnya, harus
didukung karyawan. Karyawan yang direkrut untuk
menyelenggarakan bisnis.
4. Pemasok (Suppliers): Menyelenggarakan bisnis
membutuhkan bahan (material) yang dibutuhkan untuk
produksi melalui pemasok. Produk yang dijual hendaknya
harus berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi .
Produk kualitas harus melalui proses mengubah bahan
berkualitas melalui cara produksi yang efektif, efesien
dan produktif .
5. Pelanggan (Customers):
Tujuan akhir dari bisnis adalah sejauhmana produk atau
jasa dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan
pelanggan. Bagaimanapun perusahaan harus tahu
tentang apa kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dengan
demikian apa yang ditawarkan kepada mereka dapat
direspon dengan baik.
Maksud dan Tujuan Bisnis
Bisnis tidak hanya bermaksud memenuhi kebutuhan
masyarakat konsumen. Lebih dari itu, bisnis juga harus
mampu menyediakan sarana-sarana yang dapat menarik
minat dan perilaku para konsumen. Secara umum, maksud
dan tujuan bisnis sangat terkait erat dengan faktor-faktor
berikut :
1. Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
2. Keuntungan usaha
3. Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan
Persaingan Usaha Bisnis
Menurut DR. Buchari Alma (2001) bahwa persaingan yang
sehat akan menimbulkn beberapa keuntungan yaitu:
1. Harga bagi konsumen bisa lebih rendah, karena produsen
berusaha bekerja efisien dan menurunkan harga jual.
2. Bisnis berusaha meningkatkan pelayanan bagi konsumen.
3. Bisnis berusaha menciptakan barang baru dan dengan
mutu yang baik.
Pengertian Perusahaan
Perusahaan Kecil
• Dikelola sendiri oleh
pemilik
• Struktur organisasi
sederhana
• Prosentase
kegagalan tinggi
• Akses sumber dana
sulit
Perusahaan Besar
Dikelola oleh para
profesional
Struktur organisasi
kompleks
Prosentase kegagalan
rendah
Akses sumber dana
mudah
Fungsi Dasar Bisnis
Dan Steinhoff dalam bukunya The Word of business (1979)
menyatakan bahwa fungsi dasar bisnis ialah :
a. Acquiring raw material (mencari bahan mentah)
b. Manufacturing raw materials into products (merubah
bahan mentah menjadi produk)
c. Distributing products to consumers (menyalurkan barang
ke tangan konsumen)
Ada pandangan yang lebih ekstrim yang menyatakan
bahwa bisnis dibagi atas dua bagian yaitu:
a. Production
b. Marketing
Pertemuan 14
PELUANG DAN TANTANGAN BISNIS
SERTA EKONOMI DAN BISNIS
II. Tantangan-tantangan yang Dihadapi Bisnis
a. Tantangan Produktivitas
Dunia bisnis harus meningkatkan produktivitasnya,
karena mereka akan menghadapi pasar luas yang
makin berkembang. Usaha meningkatkan produktivitas
ini dapat dilakukan dengan cara antara lain:
1. Memperbaharui mesin-mesin dengan modern
2. Kembangkan kegiatan research and development.
3. Di negara maju di coba pemakaian robot
b. Tantangan Teknologi
Perubahan teknologi yang sangat cepat
harus diimbangi perusahaan dengan
menynediakan karyawan yang terampil,
memiliki kapasitas, serta kemauan belajar
yang tinggi.
IV. HAKIKAT ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara
masyarakat mengalokasikan sumber-sumber yang
terbatas untuk keperluan produksi dan distribusi
barang dan jasa (Musselman and Hughes : 1964).
William F. Schoell (1993) mengatakan bahwa: Studi
ilmu ekonomi juga termasuk menganalisa kegiatan
orang dalam hubungan dengan memproduksi,
menabung dan membelanjakan uangnya.
Kegunaan Bentuk (Form Utility)
• Peningkatan kegunaan dari suatu benda antara lain
dapat disebabkan oleh perubahan bentuknya.
Sebagai contoh : nilai guna dari sebuah lempengan
besi relatif rendah, namun jika lempengan besi
tersebut ditempa menjadi sebuah pisau, maka nilai
gunanya akan menjadi lebih besar.
Kegunaan Tempat (Place Utility)
• Pertambahan kegunaan dari suatu benda antara lain
dapat karena dipindahkan dari satu tempat ke tempat
lain.
• Conotoh : Sebuah mantel yang tebal tidak banyak
gunanya jika dipakai di daerah tropis, namun jika dipakai
di daerah dingin maka akan lebih terasa manfaatnya.
Kegunaan Waktu
• Kegunaan suatu benda bertambah jika benda itu dipakai
pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan
manfaat benda tersebut.
• Contoh : payung akan lebih berguna jika dipakai pada
waktu huja atau saat hari terik.
Kegunaan Kepemilikan
• Kegunaan suatu benda baru terasa bila telah ada
pemiliknya, atau dimiliki oleh konsumen yang tepat.
• Contoh : tanah yang kosong dan terbengkalai tidak akan
memiliki manfaat, tetapi tanah tersebut baru membawa
manfaat bila dimiliki dan diolah oleh manusia yang bisa
mengolah tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar