PERTEMUAN 1
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Pendapat para ahli mengenai batasan manajemen :1. George R. Terry dalam bukunya “Principles of
Manajemen” memberikan batasan: “ Manajemen
adalah suatu proses yang membedakan atas
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun
seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
2. H.B. Siswanto = manajemen adalah seni dan ilmu
dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan
mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
3. T. H. Handoko = manajemen adalah bekerja dengan
orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan
dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan
pelaksaanaan fungsi-fungsi perencanaan,
pengorganisasian, personalia, kepemimpinan dan
pengawasan.
Elemen dasar manajemen :
1. Elemen sifat :
a. Manajemen sbg suatu seni
Yaitu sebagai suatu keahlian, kemahiran, kemampuan
dan keterampilan dalam aplikasi ilmu
pengetahuan untuk mencapai tujuan.
b. Manajemen sbg suatu ilmu
Yaitu akumulasi pengetahuan yang telah di
sistematisasikan dan diorganisasikan untuk
mencapai kebenaran umum (general purposes).
2. Elemen fungsi :
a. Perencanaan
Suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk
menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu
jangka waktu/periode tertentu serta
tahapan/langkah-langkah yg harus ditempuh untuk
mencapai tujuan tersebut.
b. Pengorganisasian
Suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam
pembagaian kerja yg direncanakan untuk
diselesaikan oleh anggota kelompok
pekerjaan,penentuan hubungan pekerjaan yang
baik diantara mereka, serta pemberian lingkungan
dan fasilitas pekerjaan yg kondusif.
c. Pengarahan
Yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan
petunjuk atau instruksi dari seorang atasan
kepada bawahan atau kepada orang yang
diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk
pencapaian tujuan bersama.
d. Pemotivasian
Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan yg
dilakukan oleh seorang atasan dalam
memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan
kerja serta dorongan kpd bawahan untuk dpt
melakukan suatu kegiatan yg semestinya.
e. Pengendalian/Pengawasan.
Yaitu suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk
mengusahakan agar suatu pekerjaan dpt
dilaksanakan sesuai dengan rencana yg telah
ditetapkan dan tahapan yg harus dilalui. Jika ada
kegiatan yg tdk sesuai dengan rencana
dan tahapan tsb, diadakan suatu tindakan perbaikan
(corrective actions).
PERTEMUAN 2
MANAJEMEN, MANAJER DAN KEPEMIMPINAN
MANAJEMEN, MANAJER DAN KEPEMIMPINANA. RUANG LINGKUP
Berdasarkan ruang lingkup manajemen, manajer, dan
kepemimpinan tersebut, tidak menutup kemungkinan
memiliki kesamaan dan perbedaan dalam hal
implementasinya.
Kesamaannya adalah bahwa antara manajemen, manajer
dan kepemimpinan kedudukannya berada dalam
organisasi. Sedangkan perbedaannya, manajemen adalah
seni, ilmu dan prosesnya, manajer adalah orangnya, dan
kepemimpinan adalah sifat atau jiwanya.
TINGKATAN DAN CAKUPAN MANAJEMEN
Tingkatan manajemen dalam organisasi menurut
Handoko (2003:17) membagi manajer menjadi tiga
golongan yang berbeda, yaitu:
1. Manajer lini – pertama.
2. Manajer menengah.
3. Manajer puncak
Sedangkan menurut cakupan kegiatannya, manajer dapat
dibedakan menjadi empat kelompok sebagaimana
dikemukakan oleh Siswanto (2006:17) sebagai berikut:
1. Dewan direksi
2. Presiden organisasi
3. Departemen atau Kepala divisi
4. Manajer hierarki pertama
Tingkatan Manajemen :
1. Manajer Puncak (Top Manager)
Manajemen puncak bertanggung jawab atas
manajemen keseluruhan dari suatu organisasi
2. Manajer Garis Menengah (middle manager)
Manajer yang dapat mencakup lebih dari satu tingkatan
dalam suatu organisasi.
3. Manajer Garis Pertama (first line)
Adalah tingkatan manajer yang paling rendah dalam
suatu organisasi di mana seorang bertanggung jawab
atas pekerjaan orang lain..
Cakupan Kegiatan Manajer :
1. Dewan Direksi = mengelola organisasi secara
keseluruhan.
2. President Organisasi = mengelola para manajer agar
terdapat kesatuan gerak dan tindakan untuk
merealisasikan tujuan.
3. Kepala Divisi = mengelola bawahan yang meliputi
spesialisasi kerjanya masing-masing.
4. Manajer hierarki pertama = cakupan kegiatannya dalam
usaha pekerjaannya sesuai dengan tujuan organisasi.
Ketrampilan Manajer :
1. Ketrampilan konseptual = kemampuan memahami
kompleksitas keseluruhan organisasi tempat seseorang
beradaptasi dlm operasi.
2. Ketrampilan kemanusiaan = kemampuan dan pertimbangan
yg diusahakan bersama orang lain, termasuk penahaman
mengenai motivasi dan aplikasi tentang kepemimpinan yg
efektif.
3. Ketrampilan administratif = seluruh ketrampilan yg berkaitan
dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan
kepegawaian dan pengawasan.
Menurut Siswanto (2006:22) yaitu:
1. PERANAN ANTAR PRIBADI
Tiga peranan antar pribadi (interpersonal) membantu
manajer menjagaagar organisasi berjalan dengan
lancar,yaitu:
a. Peranan tokoh (figurehead). Sebagai kepala suatu unit,
manajer kadang-kadang berperan sebagai seorang
tokoh dengan melakukan tugas-tugas seremonial.
b. Peranan pemimpin (leader), mengangkat pegawai,
melatihnya, memberi dorongan dan membesarkan
hatinya.
c. Peranan penghubung (liaison), yaitu dengan
berhubungan terhadap orang yang bukan bawahan atau
atasan misalnya, dengan rekan-rekannya dalam
organisasi atau dengan langganan dan rekanan di luar
organisasi.
2. PERANAN INFORMASIONAL
Manajer membutuhkan informasi untuk membuat
keputusan yang benar dan orang lain dalam
departemennya / dalam organisasi tergantung pada
informasi yang di terima atau disalurkan melalui
manajer itu.
a. Peran sebagai pemantau, manajer secara terus
menerus mencari informasi yang dapat digunakan
untuk keperluannya.
b. Peran sebagai penyebar, yaitu ia membagi-bagikan
informasi penting yang tanpa dia tidak akan
diperoleh.
3. PERANAN PENGAMBIL KEPUTUSAN
Dalam hal ini seorang manajer harus bisa memberikan
keputusan yang jelas, sehingga dapat dengan mudah
dimengerti oleh si penerima keputusan.
a. Peran Wiraswasta (Entrepreneur), manajer
berusaha untuk menyempurnakan unitnya.
b. Peran Pemadam Keributan ( Disturbance Handler),
ia bertindak terhadap keadaan yang berada di luar
pengendaliannya.
c. Peran Perunding (Negotiator), manajer melakukan
perundingan dengan perusahaan konsultan,rekanan
dan wakil serikat buruh.
PERTEMUAN 3
PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN
PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMENA. KONSEP DASAR
Hingga saat ini tidak ada suatu teori umum atau
sekumpulan hukum bagi manajemen yang dapat
diterapkan untuk semua situasi. Sebagai manajer akan
menjumpai banyak pandangan tentang manajemen, setiap
pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah
yang berbeda-beda.
Berikut ini perkembangan teori manajemen yang diambil
dari buku Siswanto (2006:31-40) dan Handoko (2003:39-
59) sebagai berikut:
Mazhab Manajemen Ilmiah Klasik
1. Robert Owen 1771-1858a. Membangun perumahan bagi
pekerja.
b. Menyediakan kebutuhan
rumah tangga bagi pekerja.
c. Menetapkan mekanisme kerja
spesifik.
d. Penilaian harian terhadap
para pekerja secara terbuka.
2. Charles Babbage 1792-1871
Prinsip pembagian kerja
sehingga setiap pekerja harus
dipecah dan dididik dengan
ketrampilan spesifik untuk
menyelesaikan pekerjaan.
3. Frederick W. Taylor 1856-1915
Penemu manajemen ilmiah dengan prinsip :
a. Pengembangan manajemen ilmiah
sebenarnya, misalnya metode terbaik
untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.
b. Seleksi secara ilmiah terhadap para
pekerja sehingga pekerja diberi tugas
dan tanggung jawab yg cocok.
c. Kerja sama yg bersahabat antara
manajemen dan pekerja.
4. Henry L. Gantt 1861-1919
a. Meninggalkan sistem tarif upah
diferensial dan menggantinya dengan
motivasi kerja.
1) Setiap pekerja yg menyelesaikan
pekerjaannya diberikan bonus $ 50 sen
2) Mandor akan menerima bonus
bila seluruh pekerja mencapai
standar.
b. Penggambaran jadwal produksi
dengan Gant Chart.
5. Frank B. Gilberth
& Lilian M. Gilberth
1868-1942 || 1978-1972
Studi gerak dan waktu
meningkatkan semangat kerja.
Keduanya mengembangkan
rencana tiga kedudukan, yaitu :
a. Mengerjakan pekerjaan saat ini.
b. Mempersiapkan diri untuk jabatan
yg lebih tinggi
c. Melatih penggantinya dlm waktu
yg bersamaan.
Mazhab Teori Organisasi Klasik
1. Henry Fayol 1841-1925a. Manajemen bukanlah suatu
bakat, tetapi suatu
ketrampilan sehingga manajer
bukanlah pembawaan, tetapi
pelatihan dan pengalaman.
b. Membagi perusahaan ke dlm
enam fungsi, yaitu : 1) Teknis,
2) Komersial, 3) Finansial, 4)
Keamanan, 5) Akuntansi, 6)
Manajerial (perencanaan,
pengorganisasian,
pengomandoan,
pengordinasian,
pengendalian).
No. Pengembang Tahun Kontribusi terhadap Manajemen
c. Mengembangkan prinsip
manajemen : 1) pembagian
kerja, 2) otoritas, 3) disiplin 4)
kesatuan perintah 5)
kesatuan arah 6)
mendahulukan kepentingan
umum 7) pemberian upah 8)
sentralisasi 9) hierarki 10)
tertib 11) keadilan 12)
kestabilan staf 13) inisiatif 14)
semangat korps.
Mazhab Perilaku
1. HugoMunsterberg
1865-1916 Peningkatan produktivitas dpt dilakukan
dengan cara :
a. Menemukan org terbaik untuk
menyelesaikan suatu perkerjaan.
b. Menciptakan pekerjaan yg terbaik
untuk menciptakan produktivitas
maksimum.
c. Menggunakan pengaruh psikologis
untuk memotivasi para pekerja.
2. Elton Mayo 1880-1949 Para pekerja akan bekerja lebih keras,
bila mereka yakin bahwa manajemen
memikirkan kesejahteraan mereka.
Mayo mengusulkan perlunya pelatihan
yg mendalam tentang psikologi,
sosiologi, antropologi serta metode
penelitian yg canggih.
Mazhab Ilmu Manajemen (Riset Operasi)
1. Lensis Likert Menyusun model 4 tingkatan efektifitasmanajemen.
a. Manajer mebuat semua keputusan dan
memerintah bawahan untuk
melaksanakannya scr kaku.
b. Manajer memberi perintah tapi memberi
bawahan berbagai fleksibilitas untuk
melaksanakan tugas tsb dlm batas dan
prosedur yg telah ditetapkan.
c. Manajer menetapkan tujuan dan
memberikan perintah setelah berdiskusi
terlebih dahulu dengan bawahan.
Mazhab Ilmu Manajemen (Teori Motivasi)
1. Abraham Maslow Memberikan konsep hirarki kebutuhan :a. Kebutuhan Fisiologis (makan, minum,
perumahan, seks, istirahat)
b. Kebutuhan keamanan dan rasa aman
(jaminan pensiun, tabungan, asuransi,
serikat pekerja)
c. Kebutuhan sosial (cinta, persahabatan,
kekeluargaan)
d. Kebutuhan harga diri (kedudukan,
reputasi, prestasi, penghargaan)
e. Kebutuhan aktualisasi diri dan
pemenuhan diri (penggunaan potensi diri,
pertumbuhan, pengembangan diri)
2. Frederic Herzberg Berteori 2 situasi yang mempengaruhi
tenaga kerja saat bekerja :
a. Pemuasan yang berarti sumber
kepuasan kerja seperti : prestasi,
pengukuhan hasil kerja, daya tarik
pekerjaan, dan tanggung jawab serta
kemajuan.
b. Ketidak puasan yang bersumber dari:
kebijakan, supervisi, uang, status,
rasa aman, hubungan antar manusia,
dan kondisi kerja. Jika ingin tenaga
kerja termotivasi maka harus
memberikan situasi pertama.
3. Douglas McGregor Terkenal dengan teori X dan teori Y.
a. Teori X memberikan petuah manajer
harus memberikan pengawasan
yang ketat, tugas-tugas yang jelas,
dan menetapkan imbalan atau
hukuman. Hal tersebut, karena
manusia lebih suka diawasi daripada
bebas, segan bertanggung jawab,
malas dan ingin aman saja, motivasi
utamanya memperoleh uang dan
takut sanksi.
b. Sebaliknya teori Y mengarahkan
manajer harus terbuka dan
mendorong inisiatif kompetensi
tenaga kerja. Teori Y berasumsi
manusia suka kerja, sebab bekerja
tidak lain aktifitas alami.
4. David McClelland Ada korelasi positif antara kebutuhan
berprestasi dengan prestasi dan sukses
pelaksanaan. Motivasi seorang pengusaha
tidak hanya ingin mencapai laba, tapi karena
dia mempunyai keinginan yg kuat untuk
berprestasi. Keuntungan (laba) hanya ukuran
sederhana yg menunjukkan seberapa baik
pekerjaan telah dilakukan, tapi tidak sepenting
tujuan itu sendiri.
5. Victor Vroom Mengetengahkan suatu teori yang disebutnya
sebagai “ Teori Harapan”. Jika seseorang
menginginkan sesuatu dan harapan untuk
memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang
bersangkutan akan sangat terdorong untuk
memperoleh hal yang diinginkannya itu.
Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang
diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk
berupaya akan menjadi rendah.
Usaha Perpaduan
1. Chris Argyris(Pendekatan sistem)
Organisasi sbg sebuah sistem terpadu,
dengan maksud tertentu yg terdiri atas
komponen yg berhubungan.
2. Fred Fredler
(Pendekatan
kontingensi)
Tugas manajer adalah
mengidentifikasikan teknik mana yg
dalam situasi tertentu dan pada waktu
tertentu akan paling baik memberikan
kontribusi pd pencapaian tujuan
organisasi.
PERTEMUAN 4
PERENCANAAN (PLANNING)
A. KONSEPSI DASARPerencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk
memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapainya.
Merencana berarti mengupayakan penggunaan sumber-
sumber daya manusia (human resources), sumber daya
alam (natural resources), dan sumber daya lainnya (other
resources) untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan definisi tersebut, perencanaan minimum
memiliki tiga karakteristik berikut:
1. Perencanaan tersebut harus menyangkut masa yang
akan datang
2. Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau
organisasi
3. Masa yang akan datang, tindakan dan identifikasi
pribadi, serta organisasi
B. PROSES PERENCANAAN
Perencanaan sebagai suatu proses adalah suatu cara yang
sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Dalam
perecanaan terkandung suatu aktifitas tertentu saling
berkaitan untuk mencapai hasil tertentu yang diinginkan.
Menurut Allen (1963), perencanaan terdiri atas aktifitas yang
dioperasikan oleh seorang manajer untuk berfikir ke depan
dan megambil keputusan saat ini, yang memungkinkan untuk
mendahului serta mengahadapi tantangan pada waktu yang
akan datang. Berikut ini aktivitas perencanaan yang
dimaksud.
1. Prakiraan 2. Penetapan tujuan
3. Pemprograman 4. Penjadwalan
5. Penganggaran 6. Pengembangan prosedur
7. Penetapan dan interpretasi kebijakan
A. Perencanaan :
1. What = menentukan apa yg akan dikerjakan.
2. When = kapan akan dikerjakan.
3. Who = siapa yg akan mengerjakan.
4. Where = dimana akan dikerjakan.
5. How = bagaimana akan mengerjakannya
Dlm pelaksanaan fungsi perencanaan, manajer puncak
memiliki 3 fungsi :
1. Menentukan peran yg diharapkan dari organisasi dimasa
yang akan datang.
2. Menghubungkan organisasi dengan berbagai macam
sistem lingkungannya.
3. Mengevaluasi dan memprakirakan kebutuhan apa saja yg
dapat dipenuhi oleh organisasi.
B. Aktivitas Perencanaan :
1. Prakiraan (forecasting)
Suatu usaha yang sistematis untuk
meramalkan/memperkirakan waktu yg akan datang dengan
penarikan kesimpulan atas fakta yg telah diketahui.
2. Penetapan tujuan (establishing objective)
Suatu aktivitas untuk menetapkan sesuatu yg ingin dicapai
melalui pelaksanaan pekerjaan.
3. Pemrograman (programming)
Suatu aktivitas yg dilakukan dengan maksud untuk
menetapkan : langkah-langkah utama yg diperlukan, unit
dan anggota yg bertanggung jawab untuk setiap langkah
dan urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
4. Penjadwalan (scheduling)
Penetapan atau penunjukan waktu menurut kronologi
tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
C. Pembagian Rencana
1. Rencana strategis (strategic plan)
Dirancang untuk mencapai tujuan organisasi yg luas, yaitu untuk
melaksanakan misi yg merupakan satu-satunya alasan kehadiran
organisasi tsb.
Kelebihannya :
− manajer dpt menentukan tujuan scr jelas dan metode
pencapaiannya.
− membantu manajer mengantisipasi permasalahan sblm muncul
dan memecahkannya sblm menjadi lebih buruk.
− membantu manajer mengenal peluang yg mengandung resiko
dan peluang yg aman dan memilih di antara peluang yg
ada.
Kelemahannya :
− bahaya terciptanya birokrasi besar para perencana yg dpt
menghilangkan hubungan dengan produk dan pelanggan
prsh.
2. Rencana operasional (operational plan)
Memberikan deksripsi tentang bagaimana rencana strategis
dilaksanakan, terdiri atas :
a. Rencana sekali pakai (single use plan)
Dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu dan ditinggalkan
manakala tujuan tsb telah dicapai. Terdiri atas :
- Program (programs)
Mencakup serangkaian aktivitas yg relatif luas.
- Proyek (project)
Bagian program yg lebih kecil dan mandiri. Setiap proyek akan
menjadi tanggung jawab setiap individu yg ditunjuk dan diberi
sumber daya spesifik dan dlm batas waktu tertentu.
- Anggaran (budget)
Pernyataan tentang sumber daya keuangan yg disediakan
untuk kegiatan tertentu dlm waktu tertentu pula.
b. Rencana tetap (standing plan)
Pendekatan yg sudah dilakukan untuk menangani situasi yg terjadi
berulang dan dpt diperkirakan, terdiri atas :
- Kebijakan (policy)
Adalah suatu pedoman umum dlm pengambilan keputusan.
- Prosedur standar (standard procedure)
Memberikan seperangkat petunjuk detail untuk melaksanakan
urutan tindakan yg sering terjadi sbg implemetasi kebijakan.
- Peraturan (rules)
Pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak
boleh dilakukan dlm situasi tertentu.
D. TEORI PERENCANAAN
Catanese dan Snyder (1996:49) membuat dikotomi teori
perencanaan, yaitu berusaha menjelaskan bagaimana
sistem sosial berjalan dan menyediakan peralatan serta
teknik untuk mengendalikan dan mengubah sistem sosial.
Jadi dua jenis teori perencanaan tersebut adalah:
1. Teori Operasi Sistem
Spesialisasi komponen sistem cenderung timbul
sepanjang empat dimensi utama: Produksi, Alokasi,
Pengendalian dan Penyusunan staf
2. Teori Perubahan Sistem
Terdapat empat jenis perubahan sistem yang dihadapi
rasionalisme, inkrementalisme, utopianisme, dan
metodisme.
PERTEMUAN 5
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASIA. KONSEP DASAR
Tujuan adalah suatu hasil akhir, titik akhir, atau segala
sesuatu yang akan dicapai. Setiap tujuan kegiatan yang
dilakukan dapat juga disebut “sasaran” atau “target”. Akan
tetapi tujuan dan sasaran mempunyai pengertian yang
berbeda, yaitu: tujuan mempunyai pengertian yang lebih
luas sedangkan sasaran mempunyai pengertian lebih
khusus.
Istilah tujuan dan sasaran digunakan dalam pengertian
yang sama untuk menunjukkan hasil akhir yang dicari dan
dicapai. Keduanya mempunyai nilai orientasi dan
mencerminkan kondisi-kondisi yang diinginkan, terutama
untuk meningkatkan prestasi organisasi.
B. MISI DAN TUJUAN ORGANISASI
VISI adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang
maksud organisasi. Misi suatu organisasi adalah maksud
khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi
dari organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang
lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.
Misi organisasi juga menunjukkan fungsi yang hendak
dijalankannya dalam sistem sosial atau ekonomi tertentu.
Dua unsur penting tujuan adalah:
1. Hasil akhir yang diingikan diwaktu mendatang.
2. Usaha-usaha atas kegiatan sekarang diarahkan.
C. BERBAGAI FUNGSI TUJUAN ORGANISASI :
1. Pedoman bagi kegiatan = memberikan arah dan
pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yg harus
dan tidak harus dilakukan.
2. Sumber legitimasi = pembenaran kegiatan-kegiatannya
untuk meningkatkan kemampuan organisasi
mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari
lingkungan disekitarnya.
3. Standar pelaksanaan = memberikan standar langsung
bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi)
organisasi untuk mengukur kesuksesan yg dicapai
MENURUT PETER DRUCKER, TERDAPAT 8 BIDANG POKOK
PERUSAHAAN HARUS MENETAPKAN TUJUAN :
1. Posisi pasar = harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar
yg akan “direbut” melalui analisa :
- langganan dan produk/jasa
- segmen pasar (kelompok yg membeli produk/jasa)
- saluran distribusi
2. Produktifitas/efisiensi = rasio antara masukan (efisiensi tenaga
kerja, kemajuan peralatan, keuangan) dengan keluaran organisasi
(hasil produksi)
3. Sumber daya phisik dan keuangan = menetapkan bagaimana
sumber daya phisik dan keuangan dikembangkan dan digunakan
dengan memperhatikan mesin dan peralatan serta penyediaan
bahan baku.
4. Profitabilitas = menetapkan tujuan laba untuk mencapai tujuan lain
(penelitian dan pengembangan untuk inovasi, mengganti mesin
dan peralatan, gaji untuk karyawan)
5. Inovasi = kebutuhan terus menerus akan produk/jasa baru dan
inovatif.
6. Prestasi dan pengembangan manajer = harus menetapkan tujuan
tentang kualitas pelaksanaan manajemen dan untuk menjamin
pengembangan para manajer di semua tingkatan.
7. Prestasi dan sikap karyawan = menetapkan tentang produktivitas
karyawan, kualitas produk, dan tingkatan semangat kerja.
8. Tanggung jawab sosial dan publik = tujuan ini ditetapkan untuk
menangani publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatan
pemerintah.
E. PROSES PERUMUSAN TUJUAN :
1. Proses perumusan tujuan hendaknya melibatkan individu yg
bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan.
2. Manajer puncak sebagai perumus tujuan umum, hendaknya
bertanggung jawab untuk menurunkan tujuan-tujuan pd tingkatan
yg lebih rendah.
3. Tujuan harus realistik, diselaraskan dengan lingkungan internal
dan eksternal, baik sekarang maupun yg akan datang.
4. Tujuan harus jelas, beralasan dan bersifat menantang para
anggota organisasi.
5. Tujuan umum hendaknya dinyatakan secara sederhana agar
mudah dipahami dan diingat oleh pelaksana.
6. Tujuan bidang fungsional organisasi konsisten dengan tujuan
umum.
7. Manajemen harus selalu meninjau kembali tujuan yg telah
ditetapkan, dan bila perlu merubah dan memperbaikinya sesuai
dengan perkembangan lingkungan.
PERTEMUAN 6
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PENGAMBILAN KEPUTUSANA. KONSEP DASAR
Menurut Siswanto (2006:171) mengatakan bahwa
Pengambilan Keputusan adalah serangkaian aktivitas yang
dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan
permasalahan yang sedang dihadapi kemudian
menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling
rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi.
Simon dalam Siswanto (2006:171) telah mengembangkan
klasifikasi jenis keputusan yang berbeda yaitu: Keputusan
yang di program (programmed decision) dan Keputusan
yang tidak diprogram (nonprogrammed decision).
B. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Penelitian.
Mempelajari lingkungan atas kondisi yg memerlukan
keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk
dijadikan arah tindakan yg dpt mengidentifikasi
permasalahan.
2. Desain.
Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah
tindakan yg mungkin. Aktivitas ini meliputi proses untuk
memahami permasalahan, menghasilkan pemecahan, dan
menguji kelayakan pemecahan tsb.
3. Pemilihan.
Menetapkan arah tindakan tertentu dari keseluruhan yg
ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
C. GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara umum gaya pengambilan keputusan terdiri dari:
1. Manajer mengambil keputusan sendiri dengan mnggunakan
masukan informasi yang tersedia pada waktu tertentu.
2. Manajer memperoleh informasi yang diperlukan dari para
bawahan dan kemudian menetapkan keputusan yang
dipandang relavan.
3. Manajer membicarakan permasalahan yang dihadapi
organisasi dengan para bawahan secara individual dan
mendapatkan gagasan dan saran-saran tanpa melibatkan para
bawahan sebagai suatu kelompok.
4. Manajer membicarakan situasi keperluan dengan para
bawahan sebagai suatu konferensi/pertemuan kelompok.
5. Manajer membicarakan situasi keputusan dengan para
bawahan sebagai suatu kelompok dan kelompok menyusun
serta menilai alternatif.
KERANGKA KERJA & KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN :
1. Sistem pengambilan keputusan
Suatu cara atau prosedur tertentu, ketika suatu keputusan diambil
oleh pembuatnya (manajer) yg dilakukan secara terbuka/tertutup.
a. Sistem keputusan terbuka
Memandang suatu keputusan berada dlm suatu lingkungan yg
kompleks dan sebagian tdk diketahui. Keputusan lebih banyak
dipengaruhi lingkungan dan lingkungan lebih banyak
dipengaruhi keputusan. Contoh : kenaikan harga produk.
b. Sistem keputusan tertutup
Menganggap bahwa suatu keputusan dipisah dari suatu
masukan yg tdk diketahui dari lingkungan. Manajer mengetahui
seluruh alternatif dan keluarannya. Contoh : sistem absensi
karyawan
2. Pengetahuan mengenai keluaran.
Suatu keluaran menentukan mengenai hal-hal yg akan terjadi jika
suatu arah tindakan sudah ditentukan.
a. Kepastian = pengetahuan yg akurat dan lengkap mengenai
keluaran setiap alternatif. Biasanya untuk satu alternatif hanya
ada satu keluaran.
b. Risiko = keluaran yg mungkin timbul dpt dilekatkan pd setiap
keluaran.
c. Ketidakpastian = beberapa keluaran mungkin timbul dan dpt
diidentifikasi tetapi tdk ada kepastian.
3. Tanggapan Keputusan = Keputusan terprogram & tidak
terprogram.
4. Deskripsi mengenai pengambilan keputusan.
a. Model normatif =bagaimana manajer mengambil sekelompk
keputusan. Contoh : penganggaran modal.
b. Model deskriptif = pengambilan keputusan berusaha untuk
menjelaskan perilaku konkret (dikembangkan oleh ilmuwan
perilaku).
5. Kriteria untuk pengambilan keputusan.
Kriteria untuk menentukan satu diantara beberapa keputusan
alternatif adalah maksimum laba, kegunaan, nilai yg
diharapkan, pemuasan.
6. Relevansi konsep keputusan thp desain sistem informasi
manajemen.
Dlm model keputusan tertutup = komputer sbg alat penghitung
untuk menghasilkan keluaran optimum.
Dlm model keputusan terbuka = komputer bertindak sbg
pembantu manajer menghitung, menyimpan, mencari,
menganalisa data.
D. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
SEDERHANA
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dalam praktik dan
keputusan yang harus diambil, dapat digolongkan menjadi dua
tipe permasalahan yaitu sebagai berikut:
1. Permasalahan yang bersifat rutin dan repetitif
2. Permasalahan yang datangnya tidak menentu, yang
bersifat insidental.
Selain penggolongan tipe permasalahan diatas, menurut hierarki
permasalahan dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Permasalahan yang berisfat sederhana
2. Permasalahan yang bersifat sedang,
3. Permasalahan yang bersifat sangat kompleks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar